10 Cara Merawat Gigi dan Gusi Sehari-Hari dengan Bahan Alami

10 Cara Merawat Gigi dan Gusi Sehari-Hari dengan Bahan Alami

Anda mencari informasi tentang cara merawat gigi dan gusi sehari-hari dengan bahan alami? Jika ya, anda berada pada halaman website yang tepat. Pada halaman ini, mediavoria.com akan memaparkan beberapa cara agar gigi dan gusi anda tetap sehat. Simak penjelasan dibawah ini.

Bagaimana Perawatan Gigi dan Gusi Sehari-Hari

  1. Terapkan pola makan berimbang sehingga kebutuhan gizi terpenuhi termasuk zat gizi yang dibutuhkan untuk gusi, gigi dan area mulut pada umumnya. Gosok gigi minimal 2 kali sehari: Sehabis makan dan menjelang tidur. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang masih menempel sehingga bisa untuk tempat berkembang biak bakteri
  2. Gunakan sikat gigi dengan Iembut. Terlalu kasar menggunakan sikat gigi dapat mengikis email gigi dan mengiritasi gusi.
  3. Posisikan sikat gigi dengan benar. Sebagian besar masalah gigi tidak muncul di permukaan, tetapi pada garis gusi. Miringkan sikat gigi pada sudut 45-derajat dan gosok dekat dengan gusi dengan gerakan berputar.
  4. Membersihkan Iidah dengan tounge cleaner/scraper (pembersih Iidah).
  5. Menggunakan obat kumur yang mempunyai bahan aktif oksigen, karena bahan aktif oksigen dapat membantu melawan bakteri penghasil VSCs. Obat kumur dapat membantu membersihkan bagian-bagian yang sulit disikat seperti bagian belakang Iidah.
  6. Menghindari konsumsi makanan yang terlalu manis seperti gulali, cokelat atau permen sehingga gigi tidak rusak.
  7. Menghindari makanan dengan suhu yang terlalu tinggi atau dingin sehingga merangsang sel saraf pada gigi. Hal ini terutama dilarang untuk gigi yang sensitif
  8. Mengurangi konsumsi kopi, teh, dan minuman alkohol. Kopi merupakan minuman yang sifatnya asam dan apabila dikonsumsi terlalu sering bisa merusak gigi dan gusi. Minuman yang beralkohol juga akan menyebabkan mulut menjadi kering dan berbau tidak sedap.
  9. Memakai dental floss/benang gigi. Menggunakan benang gigi sebelum menggosok gigi membuka area yang dapat menerima manfaat fluoride dalam pasta gigi yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan kesehatan mulut
  10. Perawatan ke dokter gigi 6 bulan sekali untuk mendeteksi gangguan sejak dini dan mencegah permasalahan gusi berlanjut ke tingkat yang lebih parah

Bagaimana Merawat Gusi dan Gigi dengan Makanan Alami


Berikut makanan yang sangat baik mendukung kesehatan gusi dan gigi:

1. Teh Hijau

Teh hijau mengandung senyawa kompleks yang disebut “catechin” yang dapat melawan peradangan dan benar-benar mengendalikan infeksi bakteri. Memang benar! Sebagai contoh, salah satu penelitian di Jepang menemukan bahwa pria yang minum teh hijau secara teratur memiliki lebih sedikit terjadinya penyakit periodontal, dibandingkan dengan peminum yang jarang. Dan penelitian di Jepang yang lain menunjukkan bahwa baik pria dan wanita, minum satu atau lebih secangkir teh per hari berkorelasi dengan faktor kehilangan gigi yang lebih sedikit di kemudian hari, intinya dapat menguatkan gigi. Antimikroba “catechin” mungkin dalam akun sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan mulut terkait dengan teh hijau, tetapi hal ini memang perlu studi lebih lanjut. Apa yang kita tahu pasti, bagaimanapun, adalah bahwa mengonsumsi teh hijau secara periodik itu baik untuk kesehatan mulut.

2. Stroberi dan Kiwi (dan Pada Tingkat Lebih Rendah Yaitu Buah Jeruk)

Vitamin C sangat penting bagi kesehatan secara keseluruhan jaringan gusi yang halus. karena vitamin C membantu mencegah penumpukan kolagen. Tanpa kolagen, gusi menjadi ekstra lembut, dan dengan demikian rentan terhadap penyakit periodontal. Kiwi dan stroberi memiliki konsentrasi tertinggi vitamin C, namun buah jeruk juga tak kalah dengan mereka. Buah ini juga melakukan tugas ganda karena astringency mereka, yang dapat membantu untuk membalikkan perubahan warna yang disebabkan oleh minuman yang biasa dikonsumsi seperti kopi, teh dan anggur.

3. Kacang-Kacangan dan Biji

Kacang-kacangan dan biji-bijian adalah sumber protein nabati, dan mereka berpengaruh kuat pada gigi karena mengandung mikronutrien yang menyehatkan gigi seperti fosfor, magnesium, kalium, seng, dan yang paling panting adalah kalsium. Kalsium ini tentu saja penting untuk tulang dan gigi yang kuat, dan kalsium dapat benar-benar berkontribusi terhadap remineralisasi gigi. Kacang yang memiliki kalsium tertinggi adalah almond dan kacang brazil. Begitu pun dengan biji wijen, yang juga memiliki kalsium tinggi.

4. Bawang

Bawang, terutama bila dimakan mentah, ternyata membantu mengusir bakteri. Hal ini berkat senyawa yang mengandung sulfur antimikroba. lrisan bawang mentah dapat dimakan pada sandwich atau dalam salad. Namun, jika kita tidak tahan mengonsumsi bawang mentah, bawang yang dimasak mungkin lebih baik daripada tidak ada bawang sama sekali.

5. Jamur Shiitake

Shiitakes mengandung Ientinan, gula alami yang dapat membantu mencegah radang gusi. Gingivitis adalah peradangan gusi ditandai dengan kemerahan, bengkak dan bahkan mungkin pendarahan, sering disebabkan oleh penumpukan biofilm bakteri. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa senyawa antibakteri seperti lentinan khusus menargetkan biofilm pembuat mikroba ini. Bahkan, mereka begitu tepat membunuh bakteri penyebab gigi berlubang, sedangkan bakteri yang tidak berbahaya sama sekali tidak terpengaruh.

6. Apel, Seledri, Makanan Berserat dan Lainnya yang Rendah Asam

Sering disebut sebagai “deterjen gigi" buah dan sayuran yang kaya air ini bertindak dengan merangsang produksi air liur, yang menjaga bakteri di mulut. Makanan tinggi serat ini juga memiliki efek menggosok, secara harfiah membersihkan permukaan gigi dari sisa makanan yang dimakan, sama halnya seperti ketika menyikat gigi agar bakteri pergi. Mengunyah makanan ini akan mengganggu dan mengusir plak gigi yang baru terbentuk, mencegahnya dari pembentukan plak yang Iain.

7. Bubuk Kayu Manis atau Minyak Cengkeh atau Minyak Zaltun atau Minyak Kelapa

Ketiga bahan ini bisa digunakan salah satu, untuk meredakan sakit gigi. Caranya dengan mencampurkan bubuk kayu manis dengan madu (masing-masing 1 sdt) dan mengoleskan pada gigi yang sakit. Atau bisa juga dengan mengambil kapas keciI, melumurinya dengan minyak cengkeh atau minyak zaitun, sumpalkan pada gigi yang berlubang. Penggunaan minyak kelapa tidak jauh berbeda dengan minyak cengkeh dan minyak zaitun, minyak kelapa ditaruh di sendok kecil, ‘hangatkan’ dengan cara ditaruh di atas api kecil. Ambil kapas dan lumuri dengan minyak kelapa, sumpalkan pada gigi yang berlubang.

8. Cengkeh

Cengkeh yang diseduh air panas, ketika hangat bisa dijadikan obat kumur sehingga dapat menghilangkan bau mulut yang mengganggu. Bisa juga dengan cara mengulum atau mengemut bunga cengkeh.

9. Daun Sirih

Mengandung minyak atsiri (chavicol dan betlefenol). Aroma dari daun dan minyak sirih berasal dari kandungan chavicol tersebut. Senyawa ini memiliki daya antiseptik yang kuat dan memiliki kekuatan dalam melenyapkan bakteri lima kali lipat dari fenol biasa. Daun sirih memiliki sifat styptic (menahan pendarahan), vulnerary (menyembuhkan luka kulit), stomakik (obat saluran pencernaan), menguatkan gigi dan membersihkan tenggorokan. Berkumur dengan rebusan daun sirih, berarti menjaga kesehatan gigi, rongga mulut dan tenggorokan sehingga area mulut lebih sehat dan tanpa bau.

10. Yoghurt Tawar

Yoghurt mengandung kadar organisme mikroskopis dan hidrogensulfida yang dapat mengurangi bakteri di mulut sehingga mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Yoghurt membuat bakteri tidak berkembang. Hasil penelitian menunjukkan rutinitas meminum yoghurt dapat mengurangi bau mulut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel