12 Masalah Yang Sering Muncul Pada Gusi dan Gigi

12 Masalah Yang Sering Muncul Pada Gusi dan Gigi

Gigi dan gusi merupakan seperangkat alat 'makan' yang tak terpisahkan. Gigi berdiri di atas gusi. Dan akar gigi pun ‘tersimpan’ di dalam gusi. Keduanya saling terikat sehingga perawatannya pun harus dilakukan untuk keduanya. Secara garis besar, beberapa masalah yang sering muncul pada gusi dan gigi antara lain:

Beberapa Masalah Yang Sering Muncul Pada Gusi dan Gigi


1. Sariawan

Sariawan biasanya terlihat cekungan kecil pada salah satu bagian mukrosa mulut, ‘ berwarna putih kekuningan dan menimbulkan rasa perih serta nyeri yang sangat menyiksa. Penyakit ini sering menyerang bibir, gusi, lidah dan langit-langit dalam rongga mulut. Sariawan atau stomatis apbtosa adalah peradangan pada jaringan murkosa mulut. Banyak faktor penyebab sariawan: karena luka tergigit atau menyikat gigi terlalu keras, terlalu sering mengonsumsi makanan pedas dan panas, kekurangan vitatmin C, kebersihan mulut yang kurang terjaga, terlalu stress, dsb.

2. Gusi Berdarah

Disebabkan oleh plak yang menumpuk pada pangkal gigi yang kemudian menekan gusi sehingga membuat gusi mengalami radang dan mudah mengeluarkan darah apabila terkena sentuhan ringan, seperti saat tersentuh sikat gigi.

3. Gusi Bengkak atau Gingivitis

Gusi tampak bengkak, warnanya berubah menjadi kemerahan dan mudah mengeluarkan darah.

4. Periodontitis atau Kerusakan Tulang Penyangga Gigi

Kondisi infeksi gusi tahap lanjut disebabkan oleh bakteri pathogen. Kondisi ini merusak jaringan Iunak yang lambat laun dapat mengganggu tulang penyangga gigi yang berada didalam gusi, sehingga dapat menyebabkan gigi menjadi goyang. Apabila kondisi ini tidak ditindak-lanjuti, maka akan menyebabkan gigi tanggal.

5. Mulut Kering

Gangguan ini disebabkan oleh efek samping dari bermacam obat-obatan atau sebagai akibat dari kondisi kesehatan. Sebagian besar produk perawatan mulut komersial mengandung alkohol atau natrium lauril sulfat yang lebih lanjut bisa mengiritasi dan menyebabkan dehidrasi mulut. Mulut yang mengalami kekurangan air ludah bisa mempercepat pembusukan gigi dan permasalahan gusi. Karena air ludah menolong menjaga bakteri dan jamur di mulut.

6. Mulut Berbau

Mulut berbau menandakan bahwa kebersihan mulut kurang terjaga. Bisa juga karena masalah gigi dan gusi. Gigi yang berlubang (terutama yang sudah dalam dan membusuk), sisa akar gigi yang tidak dicabut, gusi yang meradang (membengkak), ataupun banyaknya karang gigi, dapat mengeluarkan bau tertentu yang tidak sedap. Kondisi-kondisi tersebut merupakan tempat tertimbunnya bakteri.

7. Plak Gigi/Karies/Warna Kuning Pada Gigi

Mengapa timbul plak gigi? Sisa-sisa makanan yang tidak segera dibersihkan akan menjadi tempat favorit menempelnya bakteri. Apabila tetap dibiarkan bakteri tersebut akan bermetabolisme menghasilkan asam dan akan terus berkembang melekat pada permukaan gigi sehingga membentuk plak. Plak ini berisi bakteri yang lama kelamaan akan matang dan berubah menjadi warna kuning. Jika plak tersebut terus dibiarkan akan menimbulkan gigi berlubang.

8. Gigi Berlobang

Gigi berlobang disebabkan oleh adanya sisa makanan yang menempel di gigi dan diuraikan oleh bakteri menjadi asam. Kondisi tersebut bisa menyebabkan gigi menjadi sensitif dan merasa sakit. Untuk menanggulanginya, biasakan merawat gigi dengan membersihkannya (menggosok gigi) setelah makan dan sebelum tidur. Upaya menambal gigi juga diperlukan sehingga tidak ada ‘media’ untuk bakteri mengurai sisa makanan yang terhimpit di lobang gigi tersebut.

9. Gigi Tanggal/Ompong

Gigi ompong pada orang usia lanjut disebabkan di saat usia lanjut kondisi tubuhnya mulai menurun begitu jua dengan jaringan pendukung giginya sehingga gigi mudah Iepas atau ompong. Sedangakn beberapa efek dari gigi ompong adalah terganggunya fungsi mengunyah, mengganggu fungsi bicara, memengaruhi estetika penampilan seseorang. Untuk mengatasinya, biasanya dokter akan memasangkan gigi palsu.

10. Gigi Berjejal

Gigi berjejal selain mengganggu penampilan seseorang juga berpotensi besar menimbulkan masalah gigi lainnya. Posisi gigi yang berjejal memungkinkan terjadinya retensi pIak, sehingga sisa-sisa makanan menjadi sulit dibersihkan. Jika hal ini terjadi terus menerus akan menimbulkan karang gigi dan gigi berlubang. Untuk menanggulanginya biasanya dengan pemasangan kawat. Tetapi harus di ingat, pemasangan kawat gigi harus dilakukan oleh ahlinya, dalam hal ini adalah dokter gigi spesialis ortodonti.

11. Gigi Tampak Lebih Panjang

Ini disebabkan cara menyikat gigi yang salah. Penyikatan dilakukan dengan gerakan naik-turun dengan kasar, sehingga gusi ‘terdesak' ke bawah dan gigi terlihat lebih panjang daripada ukuran normal. Untuk mencegah hal ini terjadi, sikatlah gigi dengan cara yang benar. Pilih sikat gigi yang lembut. Tidak perlu penekanan yang terlalu keras, dengan gerakan memutar disetiap gigi.

12. Gigi Kusam

Ini disebabkan terlalu sering minum kopi. teh, atau kebiasaan merokok. Kebiasaan-kebiasaan ini mengakibatkan lapisan gigi tertutup selaput kekuning-kuningan.

Itulah informasi beberapa masalah yang sering muncul pada gusi dan gigi yang dapat mediavoria.com sampaikan. Semoga penjelasan artikel diatas dapat membantu masalah anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel