Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahan Organik Tanah

Bahan organik tanah adalah komponen utama dalam penentuan tinggi rendahnya produktivitas dan kesuburan tanah.

Kandungan bahan organik berkisar antara 20 sampai 30 persen, bergantung pada tekstur dan fraksi mineral tanah.

Kurangnya bahan organik akan mengurangi kation-kation yang dapat dipertukarkan oleh karena itu kesuburannya rendah.

Beberapa manfaat dari bahan organik tanah adalah:
  1. Menjaga kestabilan agregat tanah
  2. Meningkatkan ketersediaan tata udara dan infiltrasi
  3. Meningkatkan kapasitas daya ikat tanah terhadap air
  4. Sebagai buffer dalam perubahan pH tanah
  5. Menyediakan berbagai sumber hara makro dan mikro untuk kebutuhan tanaman
  6. Menyediakan bahan makanan untuk mikroorganisme tanah.
Bahan organik tanah berasal dari residu tubuh tumbuhan dan hewan yang telah mengalami berbagai proses perombakan. Perombakan ini akan menghasilkan tiga komponen utama yaitu polisakarida, lognin dan protein.

Polisakarida terdiri dari selulosa, hemiselulosa, gula, pati dan pektin. Lignin adalah kompleks material yang berasal dari jaringan kayu tumbuhan.

Senyawa-senyawa yang terdapat dalam tumbuhan dapat diklasifikasikan menurut tingkat mudah tidaknya senyawa tersebut didekomposisikan. Pembagian tersebut tertera pada Tabel 1 dibawah ini.
Tingkatan mudah tidaknya jaringan organisme didekomposisi
Tingkatan mudah tidaknya jaringan organisme didekomposisi
Diantara senyawa-senyawa tersebut diatas protein kasar merupakan senyawa yang paling kompleks karena mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, besi, belerang dan beberapa unsur lainnya.