Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manajemen Pupuk dan Pemupukan

Manajemen pemupukan yang baik akan menghasilkan peningkatan produksi secara kualitas dan kuantitas.

Dari beberapa hasil penelitian memperlihatkan pemberian pupuk yang membabi buta tanpa melakukan manajemen yang benar menghasilkan pengrusakan lingkungan.
Manajemen Pupuk dan Pemupukan
Keuntungan dari melakukan manajemen pemupukan adalah:
  • Dihasilkan paket pemupukan yang efisien dan efektif
  • Perhitungan ekonomi yang tinggi pada untung rugi penggunaan pupuk
  • Memperkecil kerusakan lingkungan
  • Lebih fleksibel, dan bersifat spesifik bergantung pada jenis tanah atau media tumbuh tanaman, dan sistem pertanian yang digunakan.
  • Jaminan keamanan dan kualitas makanan
  • Peningkatan mutu produksi
  • Melindungi tanah dan air dari kerusakan
Langkah-langkah dalam manajemen praktis pemupukan adalah sebagai berikut:
  • Memilih jenis tanaman yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan dimana tanaman tersebut akan ditanam
  • Siapkan media tumbuh yang baik sehingga tidak mengganggu kelancaran proses perkecambahan .
  • Gunakan Benih dan bibit yang berkualitas
  • Waktu tanam yang tepat agar tanaman lebih mampu beradaptasi pada lingkungannya.
  • Pengelolaan air yang baik

Manajemen hara N

Hara N dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhannya serta menentukan kualitas hasilnya.
Berdasarkan kedua fungsi inilah pemupukan N pada tanaman dilakukan tidak satu kali, bahkan sering petani memberikan pupuk N yang berlebihan.

Tujuan yang ingin dicapai dari pemupukan N yang kita lakukan adalah tidak merusak lingkungan karena berlebihan, segera tersedia untuk dapat diambil tanaman, dan sesuai dengan kebutuhannya.

Langkah awal dari manajemen pemupukan N adalah mengetahui status nitrogen tanah atau N dalam media tumbuh.

Disamping itu kita juga harus mengetahui status N dalam air irigasi, terutama untuk pertanian lahan basah. Dengan mengetahui kandungan hara yang dikandung air irigasi maka kita akan memberikan pupuk N yang lebih tepat jumlahnya.

Analisa tanaman juga dapat membantu untuk mengetahui konsentrasi hara dalam tanaman.

Berdasarkan ketiga hal diatas (status N tanah, N pada air irigasi, dan analisa tanaman) kita membuat berapa yang keluar/ diambil tanaman dan sejumlah berapa yang harus kita tambahkan

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pemanfaatan jasad penambat nitrogen, dan faktor-faktor yang menghambat proses penambatan N tersebut.

Adalah lebih baik jika kita menggunakan pupuk N yang lambat tersedia, sehingga N yang diberikan tidak hilang ataupun tercuci.

Waktu yang tepat pemberian N membantu agar N yang diberikan dapat diambil tanaman pada waktu dibutuhkan.

Beberapa jenis tanaman lebih menyukai pemberian pupuk N melalui daun. Nitrogen yang diaplikasikan melalui daun dapat segera diambil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan lebih 50%

nitrogen dapat diambil setelah 60 menit diaplikasikan melalui daun dan lebih 90% setelah 24 jam diaplikasikan. Teknik ini lebih efisien untuk menghindari kehilangan N yang diberikan.

Manajemen pupuk P

Pupuk posfor tidak sama dengan pupuk nitrogen, umumnya pupuk ini lambat tersedia. Pergerakan pupuk ini yang relatif lambat menyebabkan pergerakannya tidak begitu jauh dari pupuk ditempatkan.

Manajemen pemberian pupuk P dapat dilakukan dengan langkah- langkah berikut:

- Analisa tanah

Hasil analisa yang akurat memberikan langkah yang tepat mengenai berapa jumlah P yang harus ditambahkan.

- Pemberian yang wajar

Pupuk P dalam tanah mudah berubah ke dalam bentuk P yang tidak tersedia bagi tanaman. Oleh karenanya upaya mengurangi bidang kontak pupuk ini dengan tanah merupakan usaha untuk dapat meningkatkan ketersediaan posfor. Metode penyebaran dalam barisan tanaman merupakan metode yang efektif dalam penggunaan pupuk ini. Pupuk ini juga dapat diaplikasikan melalui air irigasi.

- Analisa tanaman

Kandungan P dalam tanaman merupakan gambaran ketersediaan P dalam larutan tanah. Berdasarkan kandungan P yang ada dalam jaringan tanaman dan dibandingkan dengan P dalam tanah, kita dapat menduga jumlah P yang harus ditambahkan

Manajemen kalium

Kalium lebih mobl dibandingkan dengan pergerakan hara lainnya.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam manajemen pupuk kalium ini adalah:
  • Analisa tanah
  • Pemberian posfor yang sewajarnya
  • Analisa tanaman