Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelaksanaan Prosedur Membersihkan Peralatan dan Ruang Area Kerja Berdasarkan SOP

Penerapan sanitasi yang menitikberatkan kegiatan kepada usaha kesehatan lingkungan hidup di bidang pariwisata perlu dirancang sesuai standar operasional prosedur (SOP) perusahaan karena pengaruh sanitasi sangat besar terhadap kepuasan para tamu atau wisatawan. Untuk itu, perlu disusun jadwal untuk pembersihan harian, mingguan, bulanan, dan general cleaning agar semua area dapat dibersihkan secara berurutan dan terhindar dari kondisi yang tidak diinginkan (misalnya, kotor dan rusak karena tidak terawat). Contoh penerapan pada lingkup housekeeping hotel, yaitu area yang merupakan ruang lingkup housekeeping hotel dikelompokkan sebagai berikut.

Pelaksanaan Prosedur Membersihkan Peralatan dan Ruang Area Kerja Berdasarkan SOP
  1. Public area, meliputi lobby area, rest room, staircase, terrace, elevator, rnusola, pool area, linen, uniform room, lockers room, basement corridor, area parking, dan lain-lain.
  2. Food and beverages outlet, meliputi restaurant, bar, meeting room, function room, dan ballroom.
  3. A & G ofiice, meliputi general manager, assistant executive manager, F & B director, finance director, director of sales and marketing, public relation manager, dan ruangan executive officer lainnya.
  4. Back offce area, meliputi human resources, training center, engineering, purchasing, accounting, dan cost control.
  5. Floor area, meliputi guest room, executive lounge, pantry area/station floor, corridor, dan guest landing.
Area yang dikelompokkan tersebut merupakan area yang harus dirawat, dijaga kebersihannya, ditata untuk kenyamanannya, dan mengikuti kaidah GCG (Good Corporate Governance), AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), dan CSR (Corporate Social Responsibility). Dalam konteks kebersihan ruangan sebaiknya mengikuti aturan standar kebersihan internasional yang tidak sekadar bersih, tetapi sanitasi dan higienisnya harus terjaga. Adapun sistem atau standar yang dimaksud, misalnya Penerapan sistem HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Point) atau Good Clinic Practice.