Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketepatgunaan Pengairan untuk Mencukupi Kebutuhan Air pada Lahan Pertanian

Penggunaan air pengairan dari sumber-sumber tertentu tidak semena-mena digunakan didasarkan atas:
  1. Air yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan hidup yang selalu berkembang semakin tidak mencukupi.
  2. Keterbatasan kemampuan (teknologi, sarana, dan financial)untuk memenuhi kebutuhan air keperluan sehari-hari yang meningkat dalam jumlah dan mutu yang mengikuti pertambahan penduduk dan peningkatan taraf hidupnya.
  3. Nilai produktivitas air untuk irigasi secara financial kurang kompetitif (efisien ekonomi nisbi rendah) dibandingkan dengan untuk keperluan lainnya, terutama industri, keperluan sehari- hari dan sebagainya
  4. Adanya kecaman yang semakin meningkat terhadap pemenuhan tuntutan kelestarian daya dukung lingkungan.
Tabel dibawah ini merupakan gambaran keterbatasan ketersediaan sumberdaya air untuk pengembangan irigasi sampai tahun 2020. Dari analisa nilai keseimbangan neraca air tanah antara kemampuan pasok dan kebutuhan di 90 satuan wilayah sungai (SWS) ternyata 25 diantaranya (meliputi 8 propinsi yaitu daerah khusus ibukota Jakarta, Jawa barat, Jawa tengah, daerah Istimewa Jokyakarta, Bali dan Nusa Tenggara Barat) diperkirakan antara tahun 1990-2015 sudah mengalami defisit neraca air (Direktorat Bina Program Pengairan, Direktorat jenderal Pengairan departemen Pekerjaan Umum 1991).

Dengan mengetahui kebutuhan air tanaman dapat diberi batasan berapa jumlah air yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan dan ketersediaan air adalah sebagai berikut
  1. Jenis dan sifat tanah, pada tanah berpasir dibutuhkan lebih banyak air diandingkan tanah liat atau lempung
  2. Macam dan jenis tanaman, tanaman padi membutuhkan lebih banyak air dibandingkan dengan tanaman kacangan ataupun padi gogo.
  3. Keadaan iklim, teruma cuah hujan dan suhu harian, kedua peubah ini merupakan penentu dari neraca air tanah.
  4. Keadaan topografi berbeda memberikan penangan yang berbeda, tanah bertofografi datar membutuhkan air lebih kecil dibandingkan yang tofografi bergelombang atau berbukit.
  5. Luas lahan pertanaman
Tabel Perkiraan potensi air dengan pengembangan irigasi menurut wilayah, tahun 1990-2020
Tabel Perkiraan potensi air dengan pengembangan irigasi menurut wilayah, tahun 1990-2020