Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penerapan Prinsip Sanitasi, Higiene, dan Keselamatan Kerja di Tempat Kerja dalam Latihan Kerja (Best Practice)

Untuk menerapkan prinsip sanitasi, higiene, dan keselamatan keria di tempat kerja adalah dengan melakukan pelatihan kerja. Tujuan dari pelatihan keria di bidang hotel dan jasa pariwisata adalah sebagai berikut.
  1. Agar pekerja memiliki pengetahuan dan kemampuan mencegah kecelakaan kerja.
  2. Mengembangkan konsep dan kebiasaan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.
  3. Memahami ancaman bahaya yang ada di tempat kerja dan menggunakan langkah pencegahan kecelakaan kerja.
Peraturan yang harus ditaati tentang pelatihan kerja ada di dalam Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja tentang tenaga kerja, petugas keselamatan, dan kesehatan kerja, serta manajer wajib mengikuti pelatihan keselamatan dan kesehatan keria. Adapun penerapan sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja di tempat kerja adalah sebagai berikut.

Penerapan Prinsip Sanitasi, Higiene, dan Keselamatan Kerja di Tempat Kerja

Merancang Kegiatan Penerapan Sanitasi di Tempat Kerja

Penerapan sanitasi di tempat kerjadapat dilakukan dengan cara merancang kegiatan yang menitikberatkan pada usaha kesehatan lingkungan hidup sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan. Kegiatantersebut dapat dilakukan dengan menyusun jadwal untuk pembersihan harian, mingguan, bulanan, dan general cleaning agar semua area dapat dibersihkan secara berurutan dan terhindar dari kondisi yang tidak diinginkan.

Merancang Kegiatan Penerapan Higiene di Tempat Kerja

Penerapan higiene di tempat kerja dapat_dilakukan dengan cara merancang kegiatan pemeriksaan higiene secara rutin untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab para pekerja. Dalam hal ini, sebaiknya kegiatan pemeriksaan disusun berdasarkan kriteria yang sesuai dengan penerapan higiene pada masing-masing tempat kerja.

Merancang Kegiatan Penerapan Keselamatan Kerja di Tempat Kerja

Kegiatan yang dilakukan untuk menerapkan keselamatan kerja adalah dengan cara melakukan ‘ pelatihan kerja tentang kesehatan dan keselamatan keria. Di dalam latihan kerja, ada beberapa kewajiban yang harus diperhatikan oleh parapekeria, yaitu sebagai berikut.
  1. Bekerja dengan cara memastikan keselarnatan pribadi dan orang lain, termasuk rekan danlatau pelanggan.
  2. Menggunakan peralatan keselamatan sesuai dengan instruktur pabrik dan petunjuklpelatihan karyawan.
  3. Menggunakan semua peralatan keselamatan kapan dan di mana diperlukan sesuai dengan instruksi kerja.
  4. Mengikuti semua praktik dengan memperhatikan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja ' sesuai dengan persyaratan.
H.W. Heinrich menyatakan bahwa penyebab kecelakaan keria sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedua hal tersebut di atas teriadi secara bersamaan. Oleh karena itu, di dalam pelaksanaan pelatihan keseiamatan dan kesehatan tenaga kerja dapat mencegah perilaku yang tidak aman dan memperbaiki kondisi lingkungan yang tidak aman.