Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengenalan, Unsur-Unsur, dan Klasifikasi Pupuk

Pengenalan pupuk

Penggunaan pupuk pada tanah pertanian dimulai bersamaan dengan sejarah pertanian itu sendiri.

Pengunaan senyawa-senyawa kimia untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang baik baru dimulai kurang lebih seratus tahun yang lalu. Namun sekarang senyawa-senyawa kimia tersebut merupakan keharusan ekonomi bagi kebanyakan tanah.

Kaidah yang harus dipatuhi dalam aplikasi pupuk

Penggunaan senyawa kimia ini dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan harus dilakukan mengikuti kaedah kesehatan dan keselamatan kerja.

Bahaya bahan kimia yang terkandung dalam pupuk sebenarnya tergantung dari si pemakainya. Bila pemakai nya menggunakan secara baik, tepat dan benar tentu saja tidak berbahaya. Dan sebaliknya, penggunaan dosis yang berlebihan tanpa pertimbangan disertai aplikasi yang tidak memberikan perlindungan telah memperpanjang sisi negatif pupuk itu sendiri. Tidak sedikit kasus yang terjadi pada petani seperti sesak nafas, gangguan pencernaan, keracunan dan berbagai kasus lainnya.
Pengenalan, Unsur-Unsur, dan Klasifikasi Pupuk
Disadari atau tidak, pengetahuan yang minim dari pemakai pupuk yang mengandung amonia (NH3 +) dalam hal ini para petani secara langsung maupun tidak membuat aplikasi pupuk amonia menjadi membahayakan dan memberikan efek samping bagi penggunanya. Padahal bila kita melakukan aplikasi sesuai prosedur menurut dosis, takaran dan petunjuk, maka kasus- kasus tersebut dapat diminimalisir.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan pupuk adalah:

  1. Kenali sifat bahan kimia yang terkandung didalam pupuk tersebut
  2. tingkat kadar racun pada setiap pupuk berbeda dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Tinggi rendahnya racun bisa dilihat dari etiket yang tertera di label kemasan pupuk.
  3. Sebagai bahan kimia, racun tersebut dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui 3 cara yaitu melalui kulit, mulut dan paru-paru. Untuk itulah setiap pengguna pestisida wajib menggunakan topeng muka, masker hidung, sarung tangan, celemek dan sepatu boot karet agar pestisida tersebut tidak masuk ke tubuh kita.

Unsur-unsur pupuk

Untuk pertumbuhan yang normal tanaman sedikitnya membutuhkan 16 unsur hara esensial yakni C, H, O, yang diperoleh tanaman dari air dan udara, unsur hara makro

N,P,K,Ca, Mg, S dan unsur mikro Fe, Zn, Mn, Cu, Cl, B, dan Mo.

Hara Ca dan Mg diberikan tanaman dalam bentuk kapur, walaupun tidak dianggap pupuk kapur mempunyai peranan penting sebagai sumber hara Ca dan Mg.

Selain itu kapur mempunyai fungsi utama yakni dapat menaikkan pH tanah-tanah yang bereaksi masam, meningkatkan ketersediaan P dan mencegah keracunan besi dan aluminium.

Unsur belerang banyak dijumpai dalam bentuk pupuk buatan, sehingga pemupukan belerang jarang dilakukan, hal ini bukan berarti belerang tidak penting untuk pertumbuhan tanaman.

Belerang dijumpai dalam berbagai pupuk dan pengaruhnya dianggap penting. Akan tetapi secara hara ia tidak kritis, oleh karena itu sering tidak dianggap begitu penting.

Kecuali unsur hara mikro, tinggal tiga unsur nitrogen, posfor dan kalium, dan karena ketiga unsur ini sering ditambahkan sebagai pupuk, maka sering disebut sebagai unsur pupuk

Klasifikasi pupuk

Untuk mengenal dan mengetahui sifat-sifat, jenis dan macam pupuk perlu dilakukan penggolongan atau klasifikasi pupuk dengan dasar yang berbeda-beda.

  • Berdasarkan sumbernya atau terjadinya pupuk, pupuk diklasifikasikan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan
  • Berdasarkan senyawa kimianya pupuk diklasifikasikan menjadi pupuk organik dan pupuk anorganik
  • Berdasarkan kandungan arañilla pupuk diklasifikasikan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk
  • Berdasarkan reaksinya di dalam tanah, pupuk diklasifikasikan menjadi pupuk masam, pupuk basa dan pupuk netral.
  • Berdasarkan bentuknya pupuk diklasifikasikann menjadi bentuk padat dan pupuk cair.

Pupuk berdasarkan sumber atau cara terbentuknya

Pupuk alam adalah yang terjadi secara alami di alam tanpa buatan manusia atau melalui proses industri atau pabrikan.

Pupuk alam selalu disamakan dengan pupuk organik, karena kebanyakan pupuk alam itu terdiri dari senyawa organik.

Tetapi sebenarnya pupuk alam itu tidak semuanya organik, misalnya pupuk posfat alam yang kandungan senyawanya anorganik .

Beberapa contoh pupuk alam adalah guano, pupuk kandang, pupuk hijau, night soil, dan tepung tulang

Pupuk buatan

Pupuk buatan merupakan pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan kandungan unsur hara tertentu.

Pada umumnya kandungan hara nya lebih tinggi, mudah larut dan cepat diserap oleh akar tanaman. Alasan inilah yang membuat pupuk ini banyak digunakan.

Akan tetapi pupuk ini mempunyai kelemahan jika penggunaannya berlebihan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan tanaman. Selain itu pupuk ini tidak mengandung hara mikro dan hanya mengandung unsur hara tertentu saja misalnya N. Contohnya urea hanya mengandung hara nitrogen saja.

Pupuk berdasarkan senyawa kimianya

Pupuk organik dan anorganik adalah penggolongan pupuk berdasarkan sifat kimianya.

Pupuk organik adalah pupuk dengan senyawa organik, yang merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik dan biasanya mempunyai kandungan hara yang rendah.

Pupuk organik dipakai kerena ia secara lambat dan graduil membebaskan N sepanjang musim. Pupuk ini juga membantu untuk mempertahankan keadaan fisik pupuk yang baik bila dicampurkan dengan pupuk lain, sehingga memudahkan penyebaranya.

Pupuk anorganik

Pupuk anorganik adalah pupuk yang mempunyai senyawa kimia anorganik. Contoh pupuk anorganik adalah ZA (NH4)2SO4.

Pupuk berdasarkan kandungan haranya digolongkan atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk

Pupuk tunggal merupakan pupuk yang hanya mengandung satu unsur pupuk. Unsur pupuk tersebut ada tiga yaitu nitrogen, posfor, dan kalium.

Pupuk yang mengandung unsur pupuk lebih dari satu disebut pupuk majemuk. Pupuk majemuk yang mengandung dua unsur saja disebut pupuk majemuk tak lengkap, sedangkan jika mengandung ketiganya (N, P, dan K) disebut pupuk majemuk lengkap.

Pupuk berdasarkan reaksinya

Pupuk yang diberikan ke tanah akan mempengaruhi sifat reaksi tanah.

Pupuk dapat menurunkan pH disebut pupuk asam, sedangkan pupuk yang dapat menaikkan pH disebut pupuk basa, dan ada juga pupuk yang bereaksi netral.

Pupuk berdasarkan bentuknya

Berdasarkan bentuknya pupuk dibedakan atas pupuk padat dan pupuk cair.

Untuk pupuk padat dapat dibagi lagi berdasarkan ukurannya seperti serbuk, kristal, butiran (granular) pelet, tablet atau khelat.

Pupuk padat dapat diaplikasikan melalui tanah atau daun, dengan memperhatikan hal berikut: jika pupuk tersebut mudah larut dalam air, maka pemberiannya dapat dilakukan melalui daun atau sebaliknya. Salah satu contoh pupuk yang mudah larut dalam air adalah urea.

Pupuk cair terbagi dua yaitu pupuk yang berbentuk cairan ataupun pupuk padat yang mudah larut dalam air.

Pupuk padat yang mudah larut dalam air disebut pupuk solution fertilizer.