Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ruang Lingkup, Prinsip, dan Manfaat dari Sanitasi

Ruang Lingkup Sanitasi

Sebelum mengetahui ruang lingkup sanitasi, ada beberapa pengertian sanitasi dari berbagai sumber yang perlu kamu ketahui, yaitu sebagai berikut.
  1. Menurut Dr. Azrul Azwar, M.Ph., sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang menitik beratkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin memengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
  2. Menurut Ehler & Steel, sanitation is the prevention of diseases by eliminating or controlling the environmental factor which from links in the chain of transmission.
  3. Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang memiliki pengaruh terhadap lingkungan.
  4. Sanitasi menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu usaha untuk mengawasi beberapa faktor lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia, terutama pada hal-hal yang memiliki efek merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup.
Dengan kata lain, sanitasi merupakan usaha pencegahan penyakit (preventif) yang menitikberatkan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.

Dalam Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 Pasal 162 tentang Kesehatan Lingkungan menyebutkan bahwa upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, ataupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Ruang lingkup sanitasi yang terkait dengan kesehatan, antara lain sebagai berikut.
  1. Menjamin Iingkungan serta tempat kerja yang bersih dan baik.
  2. Melindungi setiap orang dari faktor-faktor lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan fisik ataupun mental.
  3. Mencegah timbulnya berbagai macam penyakit menular.
  4. Mencegah terjadinya kecelakaan dan menjamin keselamatan kerja.
Ruang Lingkup, Prinsip, dan Manfaat dari Sanitasi

Prinsip Sanitasi

Ada beberapa prinsip sanitasi yang harus diterapkan dalam kegiatan sanitasi, yaitu sebagai berikut.

1) Penyediaan air bersih atau air minum (water supply), meliputi:
  • pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas air,
  • pemanfaatan air,
  • penyakit-penyakit yang ditularkan melalui air,
  • cara pengolahan air, serta
  • cara pemeliharaan air.
2) Pengolahan sampah (refuse disposal), meliputi:
  • cara atau sistem pembuangan sarnpah,
  • peralatan pembuangan dan cara penggunaannya, serta
  • cara perneliharaan alat pengolahan sampah.
3) Pengolahan makanan dan minuman (food sanitation), meliputi:
  • pengadaan bahan makanan (bahan baku),
  • penyimpanan bahan makanan,
  • pengolahan makanan,
  • pengangkutan makanan,
  • penyimpanan makanan, dan
  • penyajian makanan.
4) Pengawasan atau pengendalian serangga dan hewan pengerat (insect and rodent control), meliputi cara pengendalian vektor.

5) Kesehatan dan keselamatan kerja, meliputi:
  • tempat atau ruang kerja,
  • pekerjaan,
  • cara kerja, dan
  • tenaga kerja atau pekerja.
Prinsip sanitasi adalah bersih secara fisik, bersih secara kimiawi, dan bersih secara mikrobiologis. Jadi, tujuan sanitasi adalah memperbaiki, mempertahankan, dan mengembalikan kesehatan yang baik pada manusia; memaksimalkan efisiensi produksi, serta menghasilkan produk yang aman dan sehat dari pengaruh bahaya (hazard) yang dapat menyebabkan penyakit bagi manusia.

Manfaat Sanitasi di Tempat Kerja

Manfaat sanitasi yang baik berpengaruh bagi kesehatan masyarakat. Selain itu, juga berpengaruh positif bagi perekonomian dan pembangunan bangsa, di antaranya meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan produktivitas masyarakat. Menurut WHO, kondisi dan perilaku sanitasi yang baik dan perbaikan kualitas air minum dapat menurunkan kasus diare yang akan mengurangi jumlah hari tidak masuk sekolah dan tidak masuk kerja hingga 8 hari per tahun atau meningkat 17% yang tentunya berdampak pada kesempatan meningkatkan pendapatan. Apabila kita menjaga sanitasi di lingkungan kita, maka kita dapat merasakan beberapa manfaat dari sanitasi. Adapun beberapa manfaat sanitasi, yaitu sebagai berikut.

1) Mencegah penyakit menular.
  • Ruangan dan ventilasi yang baik dan bersih, tidak memberi kesempatan pada nyamuk, lalat, tikus, dan hewan lainnya untuk bersarang dan berkembang biak di dalam rumah.
  • Tersedia air bersih dan air miniJm yang cukup dan memenuhi syarat kesehatan.
  • Pembuangan kotoran dan air kotor yang sesuai dan memenuhi persyaratan.
  • Pembuangan sampah pada tempat yang sesuai dan telah memenuhi syarat kesehatan.
  • Ruangan kerja yang memadai dan tidak terlalu sempit karena dapat menyesakkan napas dan memudahkan penularan penyakit bila terlalu dekat kontak.
  • Tempat untuk memasak dan penyimpan makanan yang terbebas dari pencemaran atau gangguan lalat, serangga, dan debu.
2) Mencegah kecelakaan.
  • Tangga yang selalu bersih atau terbebas dari penghalang bagi yang akan menaiki atau menuruni tangga.
  • Ventilasi yang cukup untuk pergantian udara yang bersih dan sehat.
  • Tidak mudah menimbulkan kebakaran.
  • Lantai yang selalu dijaga kebersihannya, tidak basah dan licin.
3) Mencegah timbulnya bau yang tidak sedap, yaitu dengan tersedianya tempat sampah sesuai dengan fungsinya (sampah organik dan nonorganik).

4) Menghindari pencemaran lingkungan, yaitu dengan memiliki tempat pengolahan limbah.

5) Mengurangi jumlah persentase orang sakit, yaitu dengan sehat jasmani dan rohani.

6) Lingkungan menjadi bersih, sehat, dan nyaman.