Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Pengaliran Kelebihan Air

Kondisi curah hujan dan kemarau sangat mempengaruhi kondisi lahan yang ada di Indonesia. Pada musim kemarau banyak lahan menjadi kering, karena musim kemarau yang berlangsung secara berkepanjangan, sehingga banyak lahan menjadi kering.

Kondisi ini mengakibatkan tnaha tidak dapat digunakan untuk pertanian.

Keterbatasan ini dapat ditanggulangi dengan melengkapi jaringan pengairan, baik jaringan masuknya air maupun jaringan keluarnya.

Dengan demikian pada daerah/lahan-lahan pertanaman yang kelebihan air harus diusaha- kan pembuangan kelebihan tersebut, yaitu dengan melengkapi jaringan-jaringan pemberi air pengairan dengan jaringan/saluran pembuangan air (drainase).
Gambar Penggunaan drainase untuk mengelola ketersediaan air tanah tanah
Gambar Penggunaan drainase untuk mengelola ketersediaan air tanah tanah
Daerah-daerah lahan yang perlu mendapatkan drainase:
  1. Daerah/lahan-lahan yang permukaan air tanahnya tinggi sebagai akibat pemberian air pengairan yang berlebihan atau karena rembesan air dari saluran air pengairan tersebut.
  2. Daerah atau lahan-lahan bercekungan atau rawa-rawa di mana aliran air terhenti, lahan- lahan demikian yang tidak sedikit jumlahnya/ luasnya dapat diusahakan untuk usaha pertanian lahan basah setelah setelah genangan-genangan airnya dapat dialirkan
  3. Dataran rendah yang menjadi tempat penampungan limpasan aliran air permukaan dari daerah/lahan-lahan yang lebih tinggi di sekitarnya.
  4. Daerah di sekitar muara sungai dan wilayah pantai dimana karena pengaruh, pasang surut sering terjadi pembentukan tanah-tanah timbul, atau tanah bentukan alami/tanah timbul tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lahan-lahan pertanaman yang subur setelah pengaruh pasang dapat diatasi dengan pembangunan pematang- pematang serta saluran- saluran pengaliran.
  5. Daerah/lahan-lahan sepanjang tebing sungai yang sering mengalami peluapan air
Gambar Pengaturan Pengairan Sesuai dengan Kebutuhan Tanaman
Gambar Pengaturan Pengairan Sesuai dengan Kebutuhan Tanaman
Sistem Drainase

Drainase Permukaan

Drainase permukaan (surface drainase) yaitu mengalirkan kelebihan air atau kasarnya membuang kelebihan air yang tergenang.

Secara teknis drainase tersebut dibagi atas:
  1. Land forming, yaitu perataan permukaan tanah yang meliputi perataan tanah yang tidak beraturan atau bergelombang serta perataan tanah yang bercekungan;
  2. Bedding system yaitu dengan cara pembuatan semacam bedengan yang dibuat agak luas panjang, yang di bagian tepinya agak miring, terutama cara ini supaya dilakukan pada lahan yang berkemiringan (slope) kurang dari 1,5% dengan permeabilitas lambat. Lebar bedengan harus disesuaikan dengan keperluan penanaman jenis tanaman, sifat drainase, cara pengolahan tanah dan kemiringan lahan tersebut, akan tetapi makin besar derajat kemiringan lahan maka bedengan harus dibuat semakin sempit.
  3. Cross slope ditch, yaitu dengan cara pembuatan saluran yang memotong lereng (kemiringan) yang lebih mennyerupai pemberntukan teras, yang kerapkali disebut pula drainase teras.
  4. Random ditch system, yaitu sistem saluran acak menghubungkan beberapa cekungan atau tempat-tempat yang mempunya alani pengaliran airnya buruk dengan cara membuat saluran pengalir dihubungkan dengan aliran pembuangan
  5. Paralel ditch system atau sistem saluran paralel, yang dengan cara ini saluran pembuangan dibuat sejajar dengan jarak antara nya disesuaikan dengan kebutuhan.
  6. Field ditch system sistem saluran lapangan drainase dengan memperhatikan sisitem ini pembuatannya dengan mengkombinasikan cara- cara pembuatannya secara paralel dan acak
  7. Interception ditch system atau sistem saluran intersepsi, dengan sistem ini di daerah aliran. sungai, di daerah pasang surut (tidal) dan lahan lahan dimana berlangsung perembesan air dari saluran irigasi dibangun saluran pencegat atau penangkap air berlebihan.
Merancang sistem drainase

Dalam merancang suatu cara pengaliran air pengairan (drainase) agar tidak terjadi kelebihan pada lahan pertanaman, yang perlu diperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh, yaitu faktor
  1. jenis tanah dari lahan yang akan diberi saluran drainase;
  2. kondisi iklim, terutama curah hujan;
  3. kedalaman permukaan air tanah yang sesuai untuk jenis tanaman yang dibudidayakan
Dalam hal merancang pengaliran aliran air pengairan (drainase) yang perlu dan penting diperhatikan yaitu faktor-faktor keadaan lahan sehubungan dengan pemasangan pipa-pipa bawah permukaan tanah.

Adapun faktor yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
  1. faktor keadaan topografi, apakah datar, landai, berbukit- bukit atau lahan berlereng curam;
  2. faktor keadaan tanah, terutama tentang kedalaman tubuh tanah, luas lahan, sifat fisik dan sifat kimia tanah;
  3. faktor permukaan air tanah, terutama tentang kedalamannya, fluktuasi musim penghujan dan musim kemarau, banyaknya air pengairan yang diberikan, dan perkolasi.
  4. faktor curah hujan, terutama tentang keadaan dan sifat aliran permukaan (run of) sehubungan dengan curah hujan di mans
  5. faktor jenis tanaman yang dibudidayakan.
RANCANGAN DALAM PELAKSANAAN

Gambar Sketsa lahan pertanaman dengan saluran irigasi dan saluran drainase searah
Gambar Sketsa lahan pertanaman dengan saluran irigasi dan saluran drainase searah
Keterangan:

A,B,C,D = Petak pertanaman
1= saluran drainase
2= Jalan inspeksi
3= saluran irigasi
4= saluran drainase lateral
5= bangunan pembagi

Pada sketsa di atas di antara saluran irigasi dan saluran dibuat jalan inspeksi, untuk melancarkan pengawasan dan pemeliharaan saluran-saluran tersebut.

Tentang penggalian saluran secara random, merupakan penggalian saluran yang dapat dikatakan tidak teratur, biasanya diterapkan pada lahan-lahan pertanaman dengan penurunan yang cukup dalam dan lebar.

Pada lahan yang merupakan lahan penurunan yang dangkal sampai hampir dangkal topografi yang teratur, penggalian seluruh drainase biasanya dibuat sejajar antara satu dengan yang lain, seperti sketsa dibawah ini.
Gambar Sketsa lahan pertanaman dengan penurunan pangkal dan topografi teratur dengan saluran drainase sejajar
Gambar Sketsa lahan pertanaman dengan penurunan pangkal dan topografi teratur dengan saluran drainase sejajar
Penggalian saluran drainase permukaan (surface drainase) seperti dikemukakan diatas kalau dibandingkan dengan penggalian lahan dan pemasangan pipa-pipa saluran pada penerapan sisitem drainase bawah permukaan.

Drainase bawah permukaan lebih menguntungkan sebab:
  1. lebih mudah dalam pelaksaan
  2. memungkinkan kapasitas penyaluran air yang lebih besar
  3. pengerjaannya dapat dilakukan dengan tenaga manusia
Tata letak pipa saluran harus disesuaikan dengan keadaan tanahnya ada 4 alternatif:
  1. natural system atau penataan letak pipa saluran seta: acak;
  2. herring bone system atau penataan letak pipa saluran dengan mengikuti pola tulang ikan.
  3. interception system atau dengan mengikuti pola intersepsi
  4. gridiron system atau penataan letak pipa secara berkisi-kisi.
Gambar Tata letak pipa saluran
Gambar Tata letak pipa saluran
Setelah tata letak pipa saluran ditentukan, penggalian tanah harus dilakukan sesuai dengan kedalaman yang telah dipertim- bangkan, pada dasar galian biasanya ditempatkan lapisan pasir, kemudian ditempatkan lapisan ijuk secukupnya dan di antara ke dua lapisan ini baru diletakkan pipa salurannya, di atas lapisan injuk ditempatkan lagi lapisan pasir dan terakhir dilakukan kompaksi (pengurungan) dengan tanah yang digali semula.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar Sketsa pembuangan drainase
Gambar Sketsa pembuangan drainase