Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Budidaya Hortikultura

Hortikultura berasal dari Bahasa Latin yang terdiri dari dua patah kata yaitu hortus (kebun) dan culture (bercocok tanam).

Makna hortikultura dalam Buku Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seluk beluk kegiatan atau seni bercocok tanam sayur-sayuran, buah- buahan atau tanaman hias.

Ilmu pengetahuan modern membagi hortikultura atas 3 bagian yaitu:
  • Sayur-sayuran
  • Buah-buahan
  • Hias.
Ilmu hortikultura berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan lainnya, seperti teknik budidaya tanaman, mekanisasi, tanah dan pemupukan, ilmu cuaca, dan sebagainya.

Budidaya hortikultura pada umumnya diusahakan lebih intensif dibandingkan dengan budidaya tanaman lainnya.

Hasil yang diperoleh dari budidaya holtikultura ini per unit areanya juga biasanya lebih tinggi.

Lebih lanjut dikatakan tanaman holtikultura memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia. Misalnya tanaman hias berfungsi untuk memberi keindahan (aestetika), buah- buahan sebagai makanan, dan lain-lain.

Holtikultura berinteraksi dengan disiplin ilmu lainnya seperti kehutanan, agronomi, dan ilmu terapan lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar Hubungan antara hortikultura dengan ilmu lainnya
Gambar Hubungan antara hortikultura dengan ilmu lainnya

Pembagian Hortikultura

Hortikultura dapat dikelompokkan atas 4 kategori yaitu:
  • Tanaman Buah-buahan, kelompok tanaman ini memiliki keanekaragaman morfologi, seperti ada yang berbentuk pohon (misalnya rambutan, mangga, durian, jeruk, dan sebagainya), bentuk semak (markisa).
  • Tanaman sayuran, tanaman ini merupakan tanaman hortikultura yang utama. Beberapa jenis sayuran ada yang berasal dari buah (tomat), daun (bayam), akar (wortel), biji (buncis), bunga (kembang kol) dan sebagainya. Berbeda dengan tanaman buah- buahan, sayuran memiliki umur yang relatif singkat. Tanaman ini umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar, oleh karenanya proses penanganannya lebih spesifik dibandingkan dengan hortikultura lainnya.
  • Tanaman Hias, manfaat dari tanaman hias ini adalah meningkatkan aestetika lingkungan. Budidaya tanaman ini dapat dilakukan pada ruang terbuka maupun didalam ruangan.
  • Lanskap arsitektur, lans kap menggunakan tanaman tertentu yang dipadukan dengan elemen-elemen lainnya untuk menghasilkan pemandangan yang indah. Aspek utama dalam lanskap arsitektur ini adalah penutupan permukaan tanah yang umumnya diwakili dengan rumput. Lanskap arsitektur sedemikian pentingnya karena dapat memuaskan masyarkat yang melihatnya dan berpengaruh terhadap efek fisiologis manusia. Perkembangan dari cabang hortikultura ini demikian pesatnya karena sangat dibutuhkan dalam pembangunan supermal, taman bermain, parkir, dan sebagainya.

Fungsi Hortikultura

Hortikurtura mempunyai beberapa fungsi yakni:
  • Sumber bahan makanan
  • Hiasan/keindahan
  • Pekerjaan
Berikut ini digambarkan piramida kebutuhan bahan makanan manusia. Kebutuhan terbesar terdapat pada serealia dan kebutuhan terkecil terdapat pada lemak dan gula.
Gambar Piramida makanan
Gambar Piramida makanan

Pengendalian lingkungan untuk tanaman hortikultura

Tujuan dari memodifikasi lingkungan tumbuh tanaman hortikultura adalah untuk memberikan lingkungan tumbuh yang sesuai dengan keinginannya.

Tanaman hortikultura seperti layaknya makhluk hidup lainnya membutuhkan faktor lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya.

Beberapa jenis tanaman mampu atau mudah beradaptasi dengan lingkungan tumbuhnya, akan tetapi sebagian ada yang tidak mampu sehingga membutuhkan modifikasi lingkungan pertanamannya.

Untuk daerah tropis, yang tersedia cukup matahari, budidaya hortikutura dapat dilakukan sepanjang tahun, berbeda dengan daerah sub tropis yang membutuhkan kontrol lingkungan tumbuh tertentu jika ingin tetap melakukan budidaya pada musim dingin.

Untuk tujuan tertentu juga kita mengharuskan menggunakan kondisi lingkungan terkontrol, misalnya untuk mendapatkan bunga jenis tertentu yang berkualitas tinggi diluar musim harus ditanam pada kondisi ini.

Kondisi lingkungan yang terkontrol tersebut dapat berupa bangunan :
  • Rumah kaca
Gambar Bentuk rumah kaca
Gambar Bentuk rumah kaca
  • Rumah plastik (dapat berupa plastik film, polyetilen, polivinil flourida, fiberglass. Bangunan ini 30% lebih murah dibandinngkan dengan bangunan rumah kaca. Saat ini beberapa pengusaha menggunakan ini untuk tanaman ortikulturanya karena lebih murah. Hanya kelemahannya bahan bangunannannya lebih bagus digunakan pada daerah bersuhu rendah, pada daerah panas dengan curah hujan tinggi plastik ini mudah rusak.
Gambar Rumah plastik
Gambar Rumah plastik
  • Pelindung dingin (Cold frames ). Bangunan ini digunakan untuk pembibitan untuk memberikan suhu yang sesuai dengan jenis tanamannya. Umumnya digunakan untuk melindungi bibit hortikultura dari suhu rendah.
Gambar Pelindung bibit dari suhu rendah
Gambar Pelindung bibit dari suhu rendah
  • Paranet, beberapa jenis hortikultura sangat disukai serangga, oleh karenanya paranet ini dibuat, untuk melindungi tanaman dari serangannya.
  • Rumah kasa
    Gambar Rumah kasa
    Gambar Rumah kasa

    Perbanyakan tanaman hortikultura

    Perbanyakan tanaman hortikultura dibagi atas dua yaitu perbanyakan vegetatif dan generatif.

    Perbanyakan generatif adalah perbanyakan yang menggunakan biji sebagai calon individu baru.

    Biji merupakan hasil dari petemuan dari sel kelamin betina dan sel kelamin jantan, terbentuk zygot yang kemudian berkembang menjadi buah.

    Biji tanaman hortikultura memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Ada yang berbiji besar seperti pada spesies kacang- kacangan ada juga yang bijinya kecil seperti pada spesies serealia.

    Baik tidaknya sumber tanaman yang berasal dari biji sangat tergantung pada sifat genetik dari kedua induknya (induk jantan dan betina).

    Awal terbentuknya biji dimulai dari fertilisasi yang merupakan gabungan antara gamet betina dan jantan, yang terjadi setelah penyerbukan.

    Tahap berikutnya sesudah fertilisasi adalah perkembangan ovul menjadi biji. Untuk meningkatkan mutu produk hortikultura pemuliaan tanaman melakukan persilangan, untuk menghasilkan benih unggul. Kriteria keunggulannya juga berbeda-beda, ada varietas yang tahan terhadap penyakit, cekaman abiotik, keindahan warna bunga, dan sebagainya tergantung pada permintaan pasar. Sebelum benih hasil pemulia ini dilepas ke masyarakat, maka harus terlebih dahulu dilakukan sertifikasi.

    Pengelompokan benih

    Berdasarkan tahapan sertifikasinya, maka benih dikelompokkan atas:
    • Breeder seed, adalah benih yang dihasilkan oleh pemulia, yang belum dilakukan pengujian lebih lanjut.
    • Foundation seed, setelah dilakukan
    • pengujian terhadap kemurnian genetiknya dan identitasnya benih ini dimasukkan ke kategori benih dasar
    • Registered seed, proses pendaftaran untuk benih sertifikasi.
    • Certified seed, benih yang sudah brsertifikasi.
    Pengujian Kualitas Benih

    Pengujian kualitas benih untuk mengetahui viabilitasnya, dapat dilakukan pengujian benih yaitu:
    • Tes perkecambahan benih adalah tahapan pengujian yang melihat berapa besar persentase kecambah dari suatu jenis benih. Pengujian ini dapat dilakukan pada bak pasir, kecambah atau menggunakan kertas merang.
    • Uji dingin, uji ini memperlakukan benih dengan perlakuan temperatur rendah sekitar 100C, sebelum dikecambahkan pada kondisi suhu normal. Hasil uji ini akan menunjukkan benih- Benih yang mampu beradaptasi pada suhu rendah.
    • Tes tetrazolium, benih diuji dengan menggunakan zat kimiatetrazolium klorida. Kemampuan benih berkecambah setelah dilakukan perendaman dengan tetrazolium menunjukkan kemampuan benih tersebut untuk tetap berrespirasi. Uji ini hanya memperlihatkan kemampuan benih berrepirasi tidak memperlihatkan kemampuan berkecambah.
    • Tes kemurnian benih, melalui uji kemurnian benih secara mekanis dapat diketauhi dengan melihat berapa persentase kehadiran benih lainnya dibandingkan dengan benih tanaman utama.
    Pemecahan dormansi benih

    Dormansi artinya terhambatnya pertumbuhan (perkembangan) untuk sementara meskipun keadaan lingkungannya sebenarnya bersifat menunjang.

    Beberapa benih tanaman hortikultura tidak akan berkecambah pada kondisi normal. Benih seperti ini memerlukan penanganan khusus.

    Beberpa perlakuan yang dilakukan untuk memecah dormansi adalah:
    • Fisik (mekanis, suhu, cahaya). Perlakuan mekanis dilakuan pada biji yang kulitnya keras maka dilakukan skarifikasi. Proses pengikisan dapat dilakuan dengan memasukkan biji ke dalam drum dicampur pasir kemudia diputar. Perlakuan skarifikasi pada biji harus dilakukan secara hati- hati karena terlalu keras akan merusak embrio biji. Perlakuan suhu tinggi juga dapat membantu memecah dormansi, pans yang ditimbulkannya akan menyebabkan retaknya kulit sehingga air dapat masuk dan benih dapat berkecambah. Benih selada (Lactuca sativa) membutuhkan perlakuan cahaya (sekitar 660 nanometer) agar dapat berkecambah.
    • Bahan kimia (perlakuan asam, pencucian dengan air, perendaman). Kulit biji yang keras dapat diberi perlakuan asam sulfat selama beberapa menit untuk melunakkan kulit bijinya. Pencucian dengan air juga dapat dilakukan pada kulit biji yang mengandung senyawa kimia, Pencucian ini akan menyebabkan terjadinya proses hidrolisa dan zat kimia yang dikandung kulit akan terurai dan biji dapat berkecambah. Perendaman dalam larutan etil alkohol atau kalium florida juga dapat membantu memecah dormansi. Perendaman dengan larutan ini juga akan menghasilkan perkecambahan yang serentak.
    Beberapa faktor lingkungan yang harus diperhatikan selama proses perkecambahan adalah:
    • kelembababan udara
    • Suhu udara
    • Cahaya matahari
    • Komposisi udara
    • Bebas hama dan penyakit
    Perbanyakan generatif

    Persemaian

    hormon. Proses metabolisma ini didukung oleh energi yang berasal dari embrio. Cadangan makanan seperti protein, lemak dan minyak di metabolisma pada proses respirasi dan menghasilkan energi.

    Aktivitas persemaian ini membutuhkan penanganan yang kelak akan menentukan hasil budidaya tanamannya. Tempat persemaian dapat menggunakan beberapa alternatif bergantung pada jenis yang akan dibibitkan.

    Metoda persemaian dapat dilakukan di lapangan terbuka atau pada bak kecambah, ataupun pot.
    Gambar Teknik penanaman benih langsung di lapangan
    Gambar Teknik penanaman benih langsung di lapangan
    Perkecambahan adalah proses yang merupakan gabungan proses respirasi dan kerja
    Gambar Bak kecambah yang dalam satu tempat banyak tanaman
    Gambar Bak kecambah yang dalam satu tempat banyak tanaman
    Gambar Tipe bak kecambah satu lubang satu tanaman
    Gambar Tipe bak kecambah satu lubang satu tanaman
    Gambar Pot pembibitan
    Gambar Pot pembibitan
    Teknik persemaian

    Persemaian untuk benih- benih yang berbiji besar dapat dilakukan dengan menanam langsung, akan tetapi untuk benih yang kecil dapat dibantu dengan mencampur terlebih dahulu dengan pasir dan meletakkannya pada kertas lalu ditaburkan pada jalur yang sudah ditentukan dalam bak kecambah.
    Gambar Bak persemaian yang telah diisi dengan tanah
    Gambar Bak persemaian yang telah diisi dengan tanah
    Gambar Persemaian pada bak kecambah untuk benih yang berukuran besar
    Gambar Persemaian pada bak kecambah untuk benih yang berukuran besar
    Gambar Persemaian pada bak kecambah untuk benih berukuran kecil
    Gambar Persemaian pada bak kecambah untuk benih berukuran kecil
    Pindah tanam

    Pindah tanaman dilakukan yang disesuaikan dengan umur masing-masing jenis tanaman, beberapa jenis tanaman ada yang cepat akan tetapi ada juga yang lambat.

    Kriteria tanaman dapat dilakukan pindah tanaman jika tanaman muda tersebut telah memiliki dua daun yang telah membuka sempurna sempurna.
    Gambar Tanaman yang siap di lakukan pindah tanam
    Gambar Tanaman yang siap di lakukan pindah tanam
    Jika tanaman berasal dari pembibitan maka tanaman muda dapat dicongkel dengan menggunakan alat secara hati- hati, kemudian memisahkannya satu per satu lalu ditanam, seperti gambar dibawah ini
    Gambar Teknik pindah tanam dari bibit yang ditanam pada bak kecambah
    Gambar Teknik pindah tanam dari bibit yang ditanam pada bak kecambah
    Alternatif lainnya adalah dengan mencabut bibit, pegang tangkai daun dengan batangnya sekaligus dan tarik hati-hati keatas, seperti Gambar berikut.
    Gambar Teknik mencabut bibit dari pot
    Gambar Teknik mencabut bibit dari pot
    Perbanyakan vegetatif

    Perbanyakan cara ini adalah perbanyakan yang menggunakan material tanaman selain biji. Perbanyakan secara vegetatif ini adalah cara perbanyakan tanaman yang terjadi tanpa melalui perkawinan.

    Perbanyakan ini hanya melibatkan satu induk saja, calon individu baru (keturunan) berasal dari bagian tubuh induknya. Karena hanya melibatkan satu induk, maka makhluk hidup baru memiliki sifat biologis yang sama dengan induknya.

    Jaringan vegetatif yang digunakan dapat berupa batang, akar, ataupun daun.

    Perbanyakan vegetatif dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu vegetatif alami dan buatan. Pada perkembangbiakan vegetatif alami makhluk hidup baru terbentuk tanpa bantuan manusia, sedangkan vegetatif buatan tanaman baru terbentuk dengan bantuan manusia.

    Saat ini dikenal perbanyakan vegetatif yang menggunakan teknik kultur jaringan.

    Perbanyakan dengan metode ini menghasilkan calon invidu baru yang lebih banyak dibandingkan dengan perbanyakan vegetatif dengan metode lainnya. Karena metode ini dapat memperbanyak satu sel menjadi beratus-ratus individu baru.

    Beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan perbanyakan vegetatif, yaitu:
    • Tanaman yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya
    • Lebih Cepat menghasilkan
    • Sangat membantu bagi tanaman yang tidak menghasilkan biji
    • Terhindar dari serangan penyakit benih
    • Harga jual lebih tinggi
    • Tidak terjadi alterasi dari sifat induknya
    Vegetatif alami

    Beberapa cara perbanyakan vegetatif alami adalah sebagai berikut:
    • Membelah diri, yaitu perbanyakan diri dengan cara membelah diri. Perbanyakan ini terjadi pada tumbuhan tingkat rendah, misalnya ganggang hijau.
    • Spora, tumbuhan yang berkembang biak dengan cara ini antara lain adalah Paku (misalnya suplir) , jamur dan ganggang.
    • Akar tinggal atau rizoma, merupakan batang yang tertanam dan tumbuh di dalam tanah. Batang tersebut tumbuh mendatar dan tampak seperti akar. Jika ujung rizoma tumbuh menjadi tumbuhan baru maka tumbuhan tersebut tetap bergabung dengan tumbuhan induk dan membentuk rumpun, contohnya jahe.
    • umbi lapis, perbanyakan cara ini contohnya terjadi pada bawang merah. Umbi bawang merah ini berlapis-lapis dan ditengahnya tumbuh tunas. Umbi lapis baru yang berasal dari tunas ketiak terluar tumbuh membentuk tunas yang disebut siung.
    Gambar Perbanyakan dengan rizoma
    Gambar Perbanyakan dengan rizoma
    • umbi batang, perbanyakan tanaman dengan cara ini contohnya terjadi pada tanaman kentang dan ubu jalar. Umbi pada kentang ini sesungguhnya adalah batang yang tumbuh ke dalam tanah. Ujung batang itu menggembung membentuk umbi untuk menyimpan cadangan makanan. Pada satu lekukan di permukaan batang yang menggembung (umbi) tersebut terdapat tunas yang disebut mata tunas.
    Gambar Perbanyakan dengan umbi batang
    Gambar Perbanyakan dengan umbi batang
    • umbi akar, perbanyakan cara ini terjadi pada wortel. Akar berubah fungsi untuk
    • menyimpan cadangan makanan sehingga disebut umbi akar. Jika umbi akar ditanam maka akan tumbuh tunas-tunas baru dari bagian yang merupakan sisa batang.
    • geragih, batang yang tumbuh menjalar diatas atau dibawah permukaan tanah disebut geragih. Tunas pada buku-buku batang dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Ujung geragih yang menyentuh tanah akan membelok keatas . Pada bagaian bawah geragih muncul akar serabut.
    Gambar Perbanyakan dengan geragih
    Gambar Perbanyakan dengan geragih
    • Tunas, contoh tanaman hortikultura yang berkembang biak dengan tunas adalah pisang. Disekitar pohon pisang yang sudah besar tumbuh tunas baru. Tunas tunas ini tumbuh berdekatan dengan pohon induk dan membentuk rumpun.
    Gambar Perbanyakan dengan tunas
    Gambar Perbanyakan dengan tunas
    Perbanyakan vegetatif buatan

    Perbanyakan vegetatif buatan terjadi dengan bantuan manusia. Beberapa perbanyakan vegetatif buatan adalah:
    • Cangkok, jenis tumbuhan yang biasa dicangkok pohon buah- buahan misalnya mangga, jeruk, dan lain- lain.Umumnya jenis tumbuhan berkayu mudah dicangkok walaupun tidak seluruhnya, misalnya cemara. Mencangkok tanaman dilakukan dengan cara mengupas kulit batang kemudian dikuliti, bagian yang dikuliti tersebut dilapisi dengan tanah yang subur kemudian dibungkus dengan sabut kelapa, ijuk atau plastik.
    Gambar Teknik mencangkok tanaman
    Gambar Teknik mencangkok tanaman
    • Setek batang, potongan batang tumbuhan yang hendak di setek harus mempunyai sebuah mata sebagai bakal tunas. Potongan batang ini umumnya merupakan batang yang sudah cukup tua. Penanaman batang potongan batang ini dilakukan pada tanahyang subur dan gembur
    Gambar Perbanyakan dengan setek batang
    Gambar Perbanyakan dengan setek batang
    • Setek daun, perkembangbiakan dengan setek daun umumnya diterapkan pada tanaman hias misalnya begunia. Daun yang disetek ini harus cukup tua, dan tanah yang digunakn sebagai media tumbuh harus gembur dan lembab. Perkembangbiakan dengan setek daun ini dilakukan dengan meletakkan daun yang sudah dipilih tadi diatas permukaan tanah. Beberapa hari kemudian tumbuh tunas baru yang kemudian dapat dipindahkan ketempat lain. Beberapa contoh setek daun terlihat pada gambar berikut.


    Gambar Beberapa jenis perbanyakan dengan setek daun
    • Tempel (okulasi), cara perbanyakkan ini dilakukan dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain. Setiap tumbuhan itu mempunyai sifat yang berbeda. Batang dan tunas yang diokulasi berasal dari dua tumbuhan. Batang yang ditempel merupakan tumbuhan yang mempunyai akar dan batang yang kuat.
    Gambar Perbanyakan tanaman dengan teknik menempel
    Gambar Perbanyakan tanaman dengan teknik menempel
    • Sambung pucuk (enten), sambung pucuk merupakn penyatuan pucuk dengan batang bawah. Pucuk dan batang bawah yang disambung itu berasal dua tumbuhan. Sambung pucuk dapat menghasilkan tanaman yang lebih baik mutunya. Bila dibandingkan dengan okulasi, ternyata sambung pucuk lebih cepat menghasilkan. Cara sambung pucuk dapat dilakukan terhadap tanaman hias, buah-buahan, dan perkebunan. Sambung pucuk dilakukan secara sederhana. Batang bawah diperoleh dari semaian biji. Pucuk diambil dari cabang tumbuhan yang mempunyai sifat- sifat baik seperti berbunga indah dan berbuah manis, atau lainnya. Pucuk kemudian disambung dengan batang bawah. Penyambungan dilakukan dengan menggunakan tali plastik.
    Gambar Teknik sambung pucuk
    Gambar Teknik sambung pucuk
    • Runduk, jenis tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan runduk sangat sedikit. Tumbuhan itu mempunyai batang yang panjang dan lentur. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan cara merunduk misalnya melati , alemanda, apel, dan lain-lain. Perkembangbiakan dengan cara ini sangat sederhana. Batang tanaman dikerat sedikit, batang itu kemudian dilengkukkan atau dirundukkan ketanah. Kemudian batang yang dikerat itu, ditimbun dengan tanah, seperti gambar berikut ini.
    Gambar Teknik perbanyakan tanaman dengan runduk
    Gambar Teknik perbanyakan tanaman dengan runduk