Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Budidaya Jeruk

Jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi penting dan nilai kesehatan yang berarti karena mengandung nilai gizi yang tinggi ( Vitamin C dan A ).

Buah jeruk dapat dikonsumsi langsung sebagai buah segar atau juice dan dapat pula diolah menjadi sirup.
Gambar Kebun jeruk Berastagi
Gambar Kebun jeruk Berastagi
Produktivitas jeruk rata-rata di Indonesia masih rendah, sekitar 16 t/ha/thn, sementara potensi hasil bisa lebih dari 25 t/tha/thn.

Lagi pula ada indikasi bahwa setelah berumur 7 tahun produktivitas jeruk cenderung menurun. Kemunduran produktivitas diduga karena kekurangan air, gangguan, perakaran karena kondisi tanah, hama, dan penyakit, dan lain-lain

Syarat Tumbuh

Iklim

Tanaman jeruk manis, juga jeruk lainnya, dapat ditanam di daerah anaara 400LS.

Namun, tanaman jeruk paling banyak ditanam pada daerah 200 –400LU dan 200–400LS. Disekitar laut tengah, daerah 44 derajat LU, masih merupakan daerah yang cocok untuk tanaman jeruk.

Pada daerah subtropis, tanaman jeruk ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 650 m dpl.

Sedangkan di daerah khatulistiwa sampai ketinggian 2.000 m dpl.

Didaerah subtropis, produksi jeruk lebih tinggi dari daerah tropis. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh iklim yang berbeda atau karena faktor- faktor lain yang dilakukan lebih insentif, seperti pemupukan, pengairan, pengendalian hama penyakit dan lain-lain.

Produksi jeruk di daerah subtropis bisa mencapai 36-40 ton per hektar, sedangkan di daerah tropis hanya mencapai 13 – 22 ton per hektar.

Temperatur

Aktivitas pertumbuhan jeruk akan sangat kurang bila temperatur kurang dari 13 derajat celcius tetapi masih bisa bertahan pada temperatur lebih dari 380C.

Temperatur optimal untuk pertumbuhan jeruk 250C dan 300C.

Diatas dan dibawah temperatur optimal, pertumbuhannya akan berkurang. Apabila temperatur diatas 380C atau dibawah 130C kemungkinan pertumbuhannya akan terhenti. Namun, ada juga tanaman jeruk yang masih bisa bertahan sampai temperatur 500C atau sedikit dibawah 00C.

Jumlah panas tidak merupakan ukuran yang penting, kecuali ditempat yang tinggi. Waktu yang diperlukan untuk pertum- buhan dan masaknya buah di daerah tropis lebih pendek bila dibandingkan dengan di daerah subtropis.

Kultivar yang berumur genjah yang di daerah subtropis buahnya masak dalam waktu 8 bulan, di daerah tropis menjadi 6 bulan, sedangkan kultivar berumur panjang di daerah subtropis buahnya masak dalam waktu 11 bulan, di daerah tropis menjadi 7 bulan.

Sinar Matahari

Tanaman jeruk memerlukan sinar matahari yang penuh, bila terlindung akan berkurang produktivitasnya. Penurunan produksi akibat kekurangan sinar matahari ini bisa mencapai setengahnya dibandingkan dengan jeruk yang tidak ternaungi.

Sinar matahari sangat dibutuhkan tanaman jeruk dalam proses pembentukan zat-zat organik dalam daun yang biasanya kita sebut fotosintesa atau asimilasi karbon. Tanaman memerlukan tenaga matahari untuk pertumbuhan normal, perkembangan buah dan lainnya.

Intensitas sinar matahari ditentukan oleh sinar langsung dan sinar pantulan dari sekitarnya.

Derajat intensitas sinar matahari tergantung pada:
  • Letak geografis
  • Ketinggian dari permukaan laut
  • Ada atau tidak adanya awan,
  • Lamanya penyinaran.
Sinar yang tersebar mempunyai peranan penting dalam fotosintesa karena bekerjanya bisa lebih lama daripada sinar langsung. Sinar yang tersebar dapat masuk ke dalam tajuk tanaman dari segala penjuru sehingga tersedia bagi semua daun untuk fotosintesa.

Bagian luar tajuk tanaman mendapat sinar 5 – 14 kali lebih banyak dibandingkan dengan bagian dalam tajuk. Oleh karena itu, cabang dalam seringkali ada yang mati atau mudah terserang penyakit karena kekurangan sinar matahari.

Semakin tinggi suatu tempat, maka makin bertambah pula intensitas sinar. Oleh karena itu tanaman jeruk yang ditanam di daerah pegunungan akan mempunyai aroma yang baik, warna lebih cerah, dan lebih banyak mengandung gula bila dibandingkan dengan tanaman yang ditanam pada ketinggian lebih rendah, untuk varietas yang sama.

Jeruk yang ditanam terlalu rapat maka cabangnya tumbuh cenderung menuju ke atas.

Bila jeruk terlalu rimbun, perlu dilakukan pemangkasan cabang tanaman yang tak berguna.

Di daerah tropis, lamanya penyinaran setiap bulan boleh dikatakan hampir sama, yaitu 12 jam, atau antara 11 dan 13 jam. Kemungkinan, dengan adanya perbedaan lamanya penyinaran, menyebabkan perbedaan kualitas kecepatan pertumbuhan dan lain-lain. Lamanya panjang hari dari fajar sampai senja, mungkin banyak pengaruhnya terhadap pembungaan.

Didaerah subtropis, tanaman jeruk manis pada umumnya ditanam didaerah yang lebih rendah. Sebagai contoh di daerah California, jeruk ditanam didaerah dengan ketinggian kurang dari 700 m, di Spanyol kurang dari 250 m, sedangkan di Indonesia banyak ditanam di daerah yang tinggi, misalnya di Kabanjahe, Ngablak,

Tawangmangu yang tingginya lebih dari 1.000 m.

Curah Hujan, Air, dan Kelembaban

Air merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman jeruk manis, pembentukan buah, fotosintesa, dan lain-lain.

Air juga sebagai komponen semua jaringan tanaman. Kandungan air pada daun dan tunas sekitar 50-75%, pada buah lebih kurang 85% dan pada akar kira-kira 60-85%.

Air berfungsi untuk melarutkan unsur hara dan membawanya ke seluruh tubuh tanaman dan aktivitas kehidupan sel-sel dalam semua jaringan tanaman.

Bila tidak ada irigasi (pengairan) maka sumber air berasal dari curah hujan. Masa kering menstimulasi terbentuknya kuncup bunga, kemudian pada musim hujan akan berbunga dan berbuah.

Tanaman jeruk memerlukan cukup air, kerperluan air yang terbanyak yaitu pada waktu mulai berbunga, pembentukan dan pembesaran buah.

Pada kondisi kering kemudian turun hujan, mengakibatkan terjadinya fluktuasi suhu dan kelembaban udara, hal ini berakibat pada retaknya buah jeruk.

Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan jeruk adalah sekitar 700 mm setiap tahun. Walaupun curah hujan 1.250 – 1.850 mm tetapi kalau turunya tidak merata, maka perlu ada tambahan pengairan.

Curah hujan yang terlalu tinggi juga berakibat buruk pada jeruk karena akan timbul penyakit (misalnya jamur upas), atau dapat merusak akar jeruk.

Air yang cukup turut mempengaruhi warna buah.

Sedangkan di daerah yang kelembabannya tinggi, akan menyebabkan buah tetap berwarna hijau walaupun sudah masak.

Curah hujan yang ideal untuk tanaman jeruk berkisar antara 1.000 - 2.000 mm, dan jeruk menghendaki curah hujan yang merata sepanjang tahun.

Tanah

Tanaman jeruk manis dapat ditanam diberbagai jenis tanah, dari tanah pasir kasar sampai tanah liat berat dan tidak menghendaki kondisi becek.

Pada tanah yang tergenang air, harus dilakukan pengeringan melalui pembuatan saluran drainase atau menanamnya pada tanah yang ditinggikan.

Drainase yang baik sangat diperlukan untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Tanah yang baik untuk tanaman jeruk yaitu tanah yang berasal dari endapan yang subur, cukup dalam dan tidak mengandung salinitas yang tinggi.

Walaupun tanaman jeruk bisa ditanam ditanah berat, tetapi lebih baik bila ditanam di tanah ringan sampai sedang, yang aerasi (peredaran udara) cukup baik, gembur, cukup dalam, air bisa merembes, dan cukup bahan organik.

Tanaman jeruk tidak mempunyai banyak akar rambut atau boleh dikatakan tidak mempunyai akar rambut. Oleh karena itu, tanah tempat tumbuhnya harus cukup humus atau bahan organik.

Struktur fisik tanah sangat penting untuk tanaman ini, tanah harus bisa mengikat dan merembeskan air, jangan sampai tanah tergenang..

Tanaman jeruk manis yang ditanam pada tanah yang cukup bahan organik sampai lapisan dalam lebih dari 50 cm, akan lebih cepat baik pertumbuhannya.

Tanaman jeruk sangat sensitif bila tanah banyak mengandung garam. Di Indonesia tanaman jeruk bisa hidup baik pada pH 5-6. Bila pH terlalu rendah, tanah dapat ditambah kapur atau dolomit (dolomit yaitu campuran karbonat dan magnesium karbonat).

Pedoman Teknis

Pengolahan Tanah

Bila tempat tanam telah ditetapkan dan syarat-syarat yang diperlukan telah terpenuhi bisa dimulai mengadakan persiapan sebagai berikut :
  1. Tanah dibersihkan dari tanaman-tanaman penggangu.
  2. Selanjutnya buatlah batasan-batasan dengan sebilah bambu (patok) untuk menentukan tempat tanam. Dalam pembagian ini diperhitungkan juga pembagian jalan untuk mengontrol tanaman (bila luas areal tanah 1 ha dibagi menjadi 4). Bila pembuangan air tidak lancar, buatlah selokan- selokan pembuangan air. Ini penting, terutama untuk tempat-tempat yang cekung dan keadaaan tanahnya liat.
  3. Bila bibit yang digunakan berakar panjang, usahakan agar tanah digembur-gemburkan lebih dalam. Tapi bila bibit yang digunakan berakar dangkal (misalnya cangkokan, atau stek), usahakan agar tanah digemburkan secara meluas.
  4. Pada tanah yang letak air tanahnya tinggi serta sedang sebaiknya ditanam bibit okulasi, sedang pada areal yang air tanahnya tidak dalam penggunaan bibit cangkokan adalah sangat tepat.
  5. Bila tanah tempat areal tanam tidak banyak mengandung humus, kondisi tanah terlalu kurus dan liar, sebaiknya ditanami dulu dengan tanaman pupuk hijau selama 1 – 2 tahun. Setelah itu batang dan daun dibenamkan, agar tanah menjadi lebih subur.
  6. Setelah tanah selesai dikerjakan, mulailah diajir. Pada tempat yang akan ditanami pohon ditancapkan sebuah ajir. Yang terpenting pada tahapan ini adalah jarak ajir yang satu dengan yang lain harus sama dan lurus. Aturannya ada dua macam, yaitu bujur sangkar atau segitiga.
  7. Setelah jalan induk, jalan kontrol, dan tempat air rampung diatur, dimulailah pembuatan lubang-lubang tempat penanaman. Lubang dibuat 3 – 4 minggu sebelum bibit ditanam.
Pembuatan lubang tanam

Saat tanam yang baik untuk menanam bibit jeruk adalah pada permulaan musim hujan. Bisa juga penanaman dilakukan menjelang akhir musim hujan, tetapi resikonya kita harus rajin menyirami bibit muda setiap hari agar tidak mati kekurangan air pada musim kemarau.

Waktu terbaik untuk mulai mengerjakan tanah adalah pada bulan Juni – Agustus. Besarnya lubang minimal 60 x 60 x 60 cm. Lebih besar lebih baik, umpamanya 80 x 80 x 70 cm atau 1 x 1 x 0,5 m. Penggalian lubang jangan terlalu dalam, pengaruhnya kurang baik ( me- rugikan), karena akan tanaman akan mengumpul di lapisan yang dalam dan lapisan atas kurang.

Selain itu lubang penanaman yang terlalu dalam sering menarik air dari tanah sekelilingnya, hal itu akan merusak akar tanaman dan menghambat pertumbuhannya.

Lubang tanaman dibuat dengan cara menggali lubang. Tanah bagian atas yang subur ( berwarna kehitam-hitaman) dipisahkan dari tanah bawah. Tanah atas dibuang disebelah kiri, tanah bawah ke sebelah kanan. Selanjutnya lubang dibiarkan menganga terjemur matahari 2 – 4 minggu lamanya.

Tanah bagian bawah dimasukkan dalam lubang, letaknya tetap dibawah seperti semula. Sedangkan tanah bagian atas, sebelum dimasukkan dalam lubang dicampur dulu dengan 2 – 3 kaleng pupuk kandang/kompos ditambah 1,5 kg pupuk fosfat.

Dalam keadaan serupa ini bibit jeruk belum boleh ditanam. Setelah tanah turun kembali, hingga muka tanah diatas lubang sedikit lebih tinggi dari pada tanah disekelilingnya, barulah bibit pohon ditanam.

Penanaman

Saat tanam yang baik untuk menanam bibit jeruk adalah pada permulaan musim hujan. Sebelum bibit ditanam, tanah dalam lubang harus betul-betul basah dari atas sampai kebawah.

Bila bibit terletak dalam keranjang persemaian, keranjangnya harus dilepas terlebih dahulu, dan selain itu perakarannya juga harus diperiksa. Bibit yang akarnya berbelit-belit dan melingkar- lingkar jangan dipakai, sebab akan menggangu pertumbuhan tanaman nantinya.

Atau kalau hendak dipakai juga, letak akar dibenarkan dan diluruskan terlebih dahulu arah pertumbuhannya. Bila ada akar yang panjangnya melebihi batas lubang akar, sebaiknya dipotong saja kelebihannya.

Janganlah menanam terlalu dalam, tapi jangan pula terlalu dangkal. Lebih-lebih untuk bibit okulasi. Jangan sampai tanah melampaui atau menutupi batang okulasinya.

Untuk menghindari adanya rongga-rongga antar akar dan tanah, siramlah tanah dengan air sebanyak mungkin. adanya rongga dalam tanah akan mengakibatkan akar mengering. Setelah itu tanah dipadatkan dengan tangan.

Setelah selesai menanam, sekitar bibit tanaman diberi jerami kering guna melindungi tanah agar tidak kering oleh panas sinar matahari atau mengeras padat karena terkena siraman air hujan.

Lebih bagus lagi kalau jauh sebelumnya telah disiapkan bahan perlindungan yang terbuat dari bumbu dengan atap alang- alang, daun nipah atau kelapa.

Pemeliharaan

Tanaman belum menghasilkan

Langkah pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah:
  • pelebaran terumbuk, kegiatan ini dilakukan 2-3 kali setahun setelah penyiangan dan pemupukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah serangan jamur pada akar tanaman. Untuk jeruk yang ditanam pada areal pasang surut, pelebaran terumbuk akan berfungsi sebagai penambahan bahan organik.
  • Pembuatan parit drainase tambahan, kegiatan ini dilaksanakan pada tanaman berumur 2 tahun.
  • Pengairan, karena tanaman jeruk banyak membutuhkan air maka pada kondisi kering penyiraman perlu dilakukan terutama menjelang tanaman berbunga sampai berbuah.
  • Pemupukan pada tanaman jeruk yang belum berbuah dilakukan dua kali setahun yakni pada wal dan akhir musim hujan masing- masing setengah dosis yang ditentukan. Sedangkan pemberian pupuk kandang diberikan pada awal musim penghujan. Untuk tanaman yang telah berbuah dilakukan 3 kali setahun, yakni sebelum bunga muncul (2/5 bagian) pada saat pemasakan buah (1/5 bagian), dan sisanya (2/5 bagian) setelah panen. Tanaman jeruk juga memerlukan zat pengatur tumbuh yang diberikan sebelum tanaman berbunga hingga pentil buah mulai terbentuk. Zat pengatur tumbuh yang dapat digunakan antara lain Atonik, Dekamon, dan Dharmasri.
  • Penyiangan gulma dapat dilakukan sebulan sekali bersamaan dengan waktu pemangkasan, penjarangan, atau pemetikan buah yang tidak sehat
Tanaman menghasilkan

Tanaman jeruk mulai berbuah pada umur 3 tahun. Dalam masa ini pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
  • pemangkasan tunas air, cabang balik, cabang dan ranting yang kering atau lapuk
  • penjarangan buah, sebaiknya buah disisakan dipohon hanya sebanyak 40%. Tujuan penjarangan adalah agar kita mendapatkan buah yang besar dan bermutu baik. Pelaksanaan dilakukan ketika buah masih pentil atau sekitar dua bulan setelah berbunga. Jumlah yang paling baik bagi pertumbuhan buah jeruk adalah 10 buah setiap dompol.
  • Pembersihan pentil atau buah masak yang jatu di bawah pohon, karena dapat menjadi sumber hama dan penyakit.
Hama dan penyakit

Hama

Hama yang biasa menyerang tanaman jeruk adalah ulat penggerek adaun, ulat bisul buah jeruk, berbagai jenis kutu yang menyerang daun, ranting, batang dan buah jeruk, serta lalat jeruk.

Akibat yang ditimbulkannya:
  • rontoknya daun
  • keringnya bagian yang terserang dan kemudian mati
Untuk mengatasinya:

Insektisida Azodrin, Novacron, untuk lalat jeruk, Folidot-E 605 untuk berbagai serangan hama kutu, dan Anthlo 33 EC, Azodrin 60 WSC, Sevin 85 untuk penyakit ulat bisul buah.

Penyakit

Penyakit yang umum menyerang jeruk adalam CVPD (citrus vein phloem degeneration), penyakit akar, embun tepung, antraks buah, dan busuk buah.

Gejala yang timbul adalah:
  • klorosis, atau daun menjadi tebal dan kaku
  • tanaman kerdil
  • Rusaknya floem tulang daun
Pengendalian penyakit yang dilakukan adalah dengan penyemprotan insektisida dan akarisida seperti Dimecron 50 WC, Bayrusil, Diazinon, Sandoz 6538 atau Tamaron.

Tanaman yang sudah terserang penyakit harus di eradikasi, namun bila serangan masih ringan atau baru menyerang pengendalian dapat dilakukan dengan penginfusan tanaman menggunakan terramycin 21.6 SP dan Dithan M45-80WP.

Panen dan Pasca Panen

Panen

Cara panen dan waktu panen buah jeruk sangat menentukan kualitas buah yang dihasilkan.

Buah jeruk termasuk buah nonklimatrik yaitu buah yang tidak mengalami proses pematangan setelah dipanen.

Adapaun tanda-tanda buah jeruk yang mempunyai derajat kematangan cukup antara lain:
  • kulit buah kekuning- kuningan (orange)
  • Buah tidak terlampau keras jika dipegang
  • Bagian bawah buah agak empuk.
Cara pemanenan adalah dengan tangan atau gunting.

Bila menggunakan tangan buah dipegang kemudian diputar sedikit dan ditarik ke bawah sehingga lepas dari tangkainya.

Untuk buah yang terletak pada tangkai yang tinggi sebaiknya menggunakan tangga, dan tidak melakukan pemanjatan pohon karena dapat merusak pohon.

Waktu pemetikan yang baik adalah pada pukul 9 pagi atau pada sore hari.

Gambar dibawah ini merupakan gambaran proses perubahan bentuk dan warna dari buah jeruk Berastagi dari kecil sampai jeruk siap untuk dipanen.
Gambar Buah jeruk yang masih pentil
Gambar Buah jeruk yang masih pentil
Gambar Buah jeruk yang masih hijau
Gambar Buah jeruk yang masih hijau
Gambar buah jeruk siap panen
Gambar buah jeruk siap panen
Pascapanen

Buah jeruk yang sudah dipetik dikumpulkan dalam keranjang yang berkapasitas tidak lebih 10 Kg, agar mudah dibawa pada waktu pemetikan.

Kemudian buah dapat dimasukkan ke dalam keranjang bambu berkapasitas 50-60Kg yang diberi alas daun pisang kering.

Sortasi dan Klasifikasi

Buah jeruk yang sudah dipetik dibersihkan terlebih dahulu sbelum dilakukan sortasi dan klasifikasi.

Setelah dicuci buah dikeringkan dengan menggunakan lap, kemudian buah yang baik dan sehat dipisahkan dari buah yang rusak atau berpenyakit.

Klasifikasi buah jeruk yang umum dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Kelas A: 6 buah per Kg, diameter buah rata-rata 7.6cm.
  • Kelas AB : 8 buah per kg, diameter buah rata-rata 6.7cm
  • Kelas C: 10 kg buah per kg, diameter buah rata- rata 5.9 cm
  • Kelas D: 12-14 buah per kg, diameter buah rata- rata 5.8cm.
Sedangkan buah yang akan diekspor, kelas dan mutu klasifikasinya adalah sebagai berikut:
  • kelas A: beratnya lebih besar atau sama dengan 151g/buah diameternya 7.1cm.
  • kelas B: beratnya 101- 150g/buah, diameter 6.1- 7.0cm.
  • kelas C: beratnya 51- 100g/buah, diameter 5.1 - 6.0cm
  • KelasD: beratnya lebih kecil atau sama dengan ro g/buah, diameter 4.0 – 5.0cm.
Pengemasan

Sebelum buah jeruk dikemas terlebih dahulu dilakukan proses penguningan untuk memperoleh warna kuning yang seragam.

Proses penguningan dilakukan dengan menggunakan gas etilen atau asetilen.

Kemudian buah diberi lapisan lilin untuk memperpanjang umur kesegaran buah jeruk.

Dari hasil beberapa penelitian diketahui bahwa buah jeruk yang dilapisi lilin dapat memperpanjang kesegaran buah sekitar 18 hari, dengan susut berat maksimum 10%, sedangkan yang tidak dilapisi lilin hanya bertahan 5 hari.

Selain itu daya simpan jeruk dapat diperpanjang jika ditaruh pada suhu ruang 18-320C.