Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Budidaya Karet

Tanaman karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menduduki posisi cukup penting sebagai sumber devisa non migas bagi Indonesia, sehingga memiliki prospek yang cerah.

Oleh sebab itu upaya peningkatan produktifitas usahatani karet terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi budidayanya.
Teknik Budidaya Karet
Hevea sp. Termasuk famili Euphorbiaceae. Dari sejumlah. Tanaman-tanaman lain dapat menghasilkan karet ternyata Hevea brasilliensis sebagai bahan penghasil keret (rubber) serta evaluasi klon. Spesies lain yang telah digunakan dalam breeding karet adalah H. Benthamiana dan H. Spruceana.

Dengan ditemukannya teknik okulasi (1917) maka breeding keret mulai berkembang dengan pernyerbukan buatan dan okulasi sehingga ditemukan klon-klon yang telah memberikan produksi 5-6 kali dari produksi tanaman asal (± 500kg/Ha/tahun).

Produktivitas karet nasional saat ini masih relatif rendah (700-800 kg/ha/th) dibandingkan dengan negara Asia lainnya lain seperti Thailand (1800kg/ha/th), Malaysia (1200 kg/ha/th) dan India (2000 kg/ha/th).

Upaya peremajaan dengan menggunakan klon karet unggul serta penerapan teknologi budidaya karet akan meningkatkan produksi tanaman ini.

Berdasar hasil penelitian Puslit Karet, telah direkomendasikan klon-klon baru seperti: IRR 5, IRR32, IRR39, IRR104. Klon-klon ini menunjukkan produktivitas yang baik di berbagai lokasi tetapi memiliki variasi karakter agronomi dan sifat-sifat sekunder lainnya.

Oleh karena itu pemilihan jenis klon harus disesuaikan dengan agroekosistem wilayah dan jenis produk karet yang akan dihasilkan.

Morfologi tanaman

Tanaman karet berupa pohon yang tingginya bisa mencapai 25 meter dengan diameter batang cukup besar. Umumnya batang karet tumbuh lurus ke atas dengan percabangan di bagian atas. Di batang inilah terkandung getah yang lebih dikenal dengan lateks.

Daun karet terdiri dari tangkai utama sepanjang 3 -20cm dan tangkai anak daun sepanjang 3- 10cm dengan kelenjar di ujungnya. Setiap daun karet biasanya terdiri dari tiga anak daun yang berbentuk elips memanjang dengan ujung runcing. Daun ini berwarna hijau dan menjadi kuning atau merah menjelang rontok.

Seperti tanaman tropis lainnya daun-daun karet akan rontok pada puncak musim kemarau untuk mengurangi penguapan tanaman.

Karet termasuk tanaman sempurna karena memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu pohon, terdapat dalam malai payung yang jarang. Pangkal tenda bunga berbentuk lonceng dan diujungnya terdapat lima tajuk yang sempit.

Syarat Tumbuh

Tanaman karet dapat tumbuh baik dan berproduksi yang tinggi pada kondisi tanah dan iklim sebagai berikut:
  • Di dataran rendah sampai dengan ketinggian 200 m diatas permukaan laut, suhu optimal 280C.
  • Jenis tanah mulai dari vulkanis muda, tua dan aluvial sampai tanah gambut dengan drainase dan aerase yang baik, tidak tergenang air. pH tanah bervariasi dari 3,0- 8,0 .
  • Curah hujan 2000 - 4000 mm/tahun dengan jumlah hari hujan 100 -150 hari.

Pedoman Budidaya

Untuk mendapatkan tanaman karet dengan produktivitas tinggi penggunaan bibit tidak boleh sembarangan.

Selain dapat ditanam secara monokultur, karet juga dapat ditumpangsari dengan berbagai tanaman lain.

Persemaian Perkecambahan
  • Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.
  • Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm. Tebarkan pupuk kandang setebal 5 cm.
  • Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.
  • Benih direndam zat pengatur tumbuh akar selama 3-6 jam (1 1cc/liter air).
  • Benih disemaikan, air perendamannya tadi siramkan ke benih yang ditanam tadi.
  • Jarak tanam benih 1-2 cm.
  • Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hari setelah semai dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.
Pembibitan
  • Tanah dibersihkan dari rumput dan semak lalu diratakan, untuk menghindari areal tergenang air kemudian buat parit saluran drainase
  • Benih yang berkecambah ditanam ke dalam polybag
  • Setelah penanaman benih lakukan penyiraman secara teratur
Perbanyakan tanaman karet dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif.

Bentuk bahan tanaman yang dipersiapkan untuk ditanam dilapangan dapat diadakan melalui cara sebagai berikut :
  • stump mata tidur (budded stump)
  • stump tinggi (high stump)
  • tanaman dalam polybag
Dasar pendekatan untuk pemilihan bentuk bahan tanaman adalah :
  • memperpendek masa tidak menghasilkan (immature)
  • membuat pertumbuhan tanaman yang lebih seragam.
Namun demikian, cara perbanyakan yang lebih menguntungkan adalah secara vegetatif yaitu dengan okulasi tanaman.

Okulasi sebaiknya dilaksanakan pada awal atau akhir musim hujan dengan tahapan sebagai berikut:

Okulasi ada 2 macam okulasi yaitu okulasi coklat dan okulasi hijau. Teknik Okulasi keduanya sama.

Tabel Kriteria Umur batang untuk okulasi
Keterangan Okulasi Coklat Okulasi Hijau
Umur batang bawah 9-18 bulan 3-8 bln
Diameter batang 10 cm dari tanah + 2 cm 1 – 1,5 cm
Kayu okulasi Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3 cm. Dari kebun entres umur 1-3 bln, warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung.
Teknik Okulasi
  • Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm.
  • Persiapkan mata okulasi
  • Buatlah perisai pada entres dengan ukuran lebih kecil dari jendela dan mata diambil dari ketiak daun
Gambar Kebun entres
Gambar Kebun entres
  • Pisahkan kayu dari kulit (perisai)
  • Bukalah jendela pada batang bawah kemudian selipkan perisai diantara kulit jendela dan cambium
  • Masukkan perisai ke dalam jendela
Gambar Cara mengokulasi karet
Gambar Cara mengokulasi karet
  • Tutuplah kulit jendela kemudian dibalut dengan rafia atau pita plastik yang tebalnya 0,04 mm.
  • Setelah 3 minggu, balut dibuka, jika perisai digores sedikit masih hijau segar, maka okulasi berhasil., jika tidak diulang 1-2 minggu kemudian.
  • Bila bibit akan dipindahkan potonglah miring batang bawah + 10 cm di atas okulasi.
  • Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini, dan bibit polybag
Klon-klon yang dianjurkan sebagai bibit batang bawah adalah: GTI, LCB 1320 dan PR 228.
Gambar Bakal batang bawah
Gambar Bakal batang bawah
Gambar Pemotongan batang bawah
Gambar Pemotongan batang bawah
Gambar Batang bawang siap dilakukan okulasi
Gambar Batang bawang siap dilakukan okulasi
Gambar Pekerjaan mengokulasi
Gambar Pekerjaan mengokulasi
Gambar Batang bawah dengan tunas hasil okulasi
Gambar Batang bawah dengan tunas hasil okulasi
Gambar Bibit karet siap tanam
Gambar Bibit karet siap tanam
Gambar Pengangkutan Bibit karet dengan menggunakan truk/jonder
Gambar Pengangkutan Bibit karet dengan menggunakan truk/jonder
Persiapan lahan

Ada dua jenis penanaman karet yaitu newplanting dan replanting. Newplanting adalah usaha penanaman karet di areal yang belum dipakai untuk budidaya karet. Sementara itu replanting adalah usaha penanaman ulang di areal karet karena tanaman lama sudah tidak produktif lagi (peremajaan).

Khusus untuk newplanting tahap awal yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi lahan sesuai untuk budidaya karet

Selanjutnya lakukan pekerjaan pengolahan lahan yang terdiri dari 3 (tiga) tahapan yaitu:
  1. membabat pepohonan atau semak yang tumbuh , dapat dikakukan secara manual atau mekanis bergantung luas lahannya
  2. Pengumpulan sisa pohon dan semak dalam satu tempat, dimana daun dan rantingnya dapat digunakan sebagai bahan kompos, sedangkan kayu yang besar-besar sabagai kayu bakar
  3. Pembangunan sarana jalan baik untuk pemeliharaan maupun kegiatan produksi. Jalan ini diantaranya jalan utama, jalan antar blok, jalan kontrol dan jalan pengangkut lateks. Pembuatan jalan berkontur miring memerlukan perencanaan dan pemikiran yang matang.
Penanaman Tanaman

Penentuan jarak tanam

Jarak tanam disesuaikan dengan tajuk tanaman, jika tajuk tanaman tinggi dan lebar maka jarak tanam semakin jauh jarak antartanamannya. Jarak tanaman yang lebar ini diharapkan tidak mengganggu pertumbuhan perakaran dan perkembangan tajuk tanaman.

Pembuatan lubang tanam

Lahan/kebun diolah sebaik mungkin sebelumnya. Buat lubang tanam dengan jarak tanam yang sudah ditentukan .

Setelah ditentukan dan ditandai dengan ajir, lubang tanam segera dibuat. Ukuran lubang tanam disesuaikan dengan jenis karet dan stadium bibit.

Bentuk lubang tanam tidak harus kubus, tetapi juga dapat berbentuk silinder atau kerucut yang semakin menyempit ke dalam lubang.
Gambar Mesin traktor pengolahan tanah
Gambar Mesin traktor pengolahan tanah
Gambar Pembuatan ajir pada lahan datar
Gambar Pembuatan ajir pada lahan datar
Gambar Pembuatan ajir pada lahan bergelombang
Gambar Pembuatan ajir pada lahan bergelombang
Gambar Mesin pembuat lubang tanam
Gambar Mesin pembuat lubang tanam
Gambar Bentuk lubang tanam
Gambar Bentuk lubang tanam
Gambar Mal untuk mengukur kedalaman lubang tanam
Gambar Mal untuk mengukur kedalaman lubang tanam
Setelah digali dengan ukuran yang sesuai, lubang tanam kemudian dibiarkan terkena panas matahari selama dua minggu agar bibit hama dan penyakit yang ada didalamnya mati.

Penanaman

Setelah bibit dan lubang tanam siap, maka penanaman dapat dilakukan. Jika bibit yang ditanam merupakan bibit yang diambil dari lahan, akar tunggangnya harus masuk lurus ke dalam tanah.

Akar tunggang yang arahnya miring dapat mengakibatkan tumbuh tanaman terhambat.

Jika sumber bibit berasal dari okulasi dalam kantong plastik, media disekitar bibit harus padat dan tidak pecah.

Buka plastik pembungkus kemudian bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dan diurug dengan tanah yang ada disekitarnya.
Gambar Penimbunan lubang tanam setelah pindah tanam dengan mempergunakan tenaga manusia
Gambar Penimbunan lubang tanam setelah pindah tanam dengan mempergunakan tenaga manusia
Untuk mengetahui bahwa kantong plastik tidak ikut tertanam, gantungkan kantung tersebut pada ajir yang menentukan jarak tanam.

Penanaman tanaman penutup tanah

Penanaman tanaman penutup tanah di lahan karet dilakukan untuk mencegah erosi dan mempercepat matang sadap.

Ada tiga kelompok tanaman yang dapat digunakan yaitu tanaman merayap, semak dan pohon.

Tanaman merayap yang baik digunakan adalah jenis kacang- kacangan.

Kelompok semak yang baik digunakan antara lain Crotalaria usarmoensis , C-juncea dan jenis pepohonan yang sering dimanfaatkan adalah petai cina (Leucaena glauca).

Untuk mengefisienkan lahan, perkecambahan benih kacangan dapat dilakukan dekat dengan lahan yang akan ditanam karet atau lahan peremajaan.
Gambar Perkecambahan benih karet sebagai sumber batang bawah
Gambar Perkecambahan benih karet sebagai sumber batang bawah
Gambar Kacangan yang sudah tumbuh
Gambar Kacangan yang sudah tumbuh
Gambar Kacangan yang siap ditanam ke lapangan
Gambar Kacangan yang siap ditanam ke lapangan
Gambar Penanaman kacangan diantara barisan karet
Gambar Penanaman kacangan diantara barisan karet
  • Lakukan pengairan untuk mengatur letak tanaman dalam barisan.
  • Luka potong akar tunggal dan akar lateral diolesi dengan pasta Rootone F dosis 125 mg ditambah dengan air 0,5 ml untuk satu stump.
  • Pembungkus okulasi dilepas agar tidak mengganggu pertumbuhan dan bibit siap ditanam.
Pemeliharaan

Perawatan tanaman sebelum panan

Tanaman yang belum menghasilkan ini berumur sekitar 1-4 tahun. Perawatan tanaman ini umumnya sama dengan perawatan tanaman perkebunan lainnya yaitu:
  • Penyulaman, tidak semua bibit karet yang ditanam hidup seluruhnya, oleh karena itu dibutuhkan penyulaman.
  • Penyiangan, Lakukan penyiangan untuk menghindari persaingan tanaman didalam pengambilan unsur hara. Kegiatan penyiangan sebenarnya dapat dilakukan setiap saat, yaitu ketika pertumbuhan gulma sudah mengganggu perkembangan tanaman karet. Meskipun demikian, umumnya penyiangan dilakukan tiga kali dalam setahun untuk menghemat tenaga dan biaya.
  • Pemupukan, kegiatan ini dilakukan untuk memacu pertumbuhan karet muda dan mempercepat matang sadap. Kegiatan pemupukan dapat dilakukan dengan dengan dua cara yaitu, manual circle dan chemical strip weeding. Pada cara pertama (manual circle) lubang dibuat melingkari tanaman. Hal ini disebabkan perakaran tanaman semakin bertambah luas seiring dengan bertambahnya umur tanaman. Untuk tanaman berumur 3-5 bulan lubang melingkari dengan jarak 20-30cm, 6-10 bulan dengan jarak 40-60cm, 21-48 bulan dengan jarak 40-60cm, dan lebih 48 bulan dengan jarak 50-120cm. Lubang dibuat dengan kedalaman 5-10 cm, kemudian pupuk ditaburkan ke dalamnya dan ditutup dengan tanah. Pada cara kedua chemical strip weeding pupuk diletakkan pada jarak 1-1.5 meter dari barisan tanaman. Caranya sama tanah digali, kemudian masukkan pupuk dan akhirnya tutup kembali dengan tanah. Pemupukan sebaiknya tidak dilakukan pada pertengahan musim penghujan, karena pupuk mudah tercuci, idealnya pemupukan dilakukan pada pergantian musim hujan ke musim kemarau. Dosis pupuk yang digunakan disesuaikan dengan jenis tanahnya. Pemupukan pada tanaman belum menghasilkan frekuensinya sekali setahun, sedangkan pada karet yang telah menghasilkan dua kali setahun. Pemberian pupuk yang paling baik adalah dengan cara menggabungkan paling tidak 3 jenis pupuk untuk menghemat tenaga kerja. Atau penggunaan pupuk majemuk yang banyak beredar di pasar.
Gambar Proses pencampuran pupuk
Gambar Proses pencampuran pupuk
Gambar Pemberian pupuk pada tanaman belum menghasilkan
Gambar Pemberian pupuk pada tanaman belum menghasilkan
  • Seleksi dan penjarangan, kegiatan ini dilakukan untuk memilih tanaman yang jelek dan menggantikannya dengan bibiot baru yang bagus. Seleksi juga dilakukan bagi tanaman yang terserang penyakit, agar tidak tertular dengan tanaman lainnya. Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang telah mati sampai dengan tanaman telah berumur 2 tahun pada saat musim penghujan. Tunas palsu harus dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 2 minggu sekali, sedangkan tunas lain dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 m.
  • Pemeliharaan penutup tanah, tanaman penutup tanah ini juga mendapat perawatan yang sama dengan tanaman karetnya. Pemupukan dan pengendalian hama penyakit juga dilakukan agar tanaman penutup tanah ini subur dan dapat menjalankan fungsi positif untuk tanaman karet.
  • Setelah tanaman berumur 2-3 tahun, dengan ketinggian 3,5 m dan bila belum bercabang, perlu diadakan perangsangan dengan cara pengeratan batang, pembungkusan pucuk daun dan pemenggalan
Gambar Penyiangan gulma pada kawasan tanaman penutup tanah
Gambar Penyiangan gulma pada kawasan tanaman penutup tanah
Pengendalian hama dan penyakit

Hama

- Pseudococcus citri

Pengendaliannnya dengan menggunakan insektisida jenis Metamidofos, dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0,05 - 0,1%.

- Kutu Lak (Laeciper greeni)

Dapat diberantas dengan insektisida Albolinium (Konsentrasi 2%) ditambah Surfactan citrowett 0,025%.

Penyakit

Penyakit-penyakit yang ditemui pada tanaman karet adalah:
  • penyakit embun tepung
  • penyakit daun
  • penyakit jamur upas
  • penyakit cendawan akar putih
  • penyakit gugur daun.
Pencegahannya dengan menanam Klon yang sesuai dengan lingkungan dan lakukan pengelolaan , tanaman secara tepat dan teratur:

Penyadapan

Penyadapan pertama dilakukan setelah tanaman berumur 5-6 tahun. Tinggi bukaan sadap pertama 130 cm dan bukaan sadap kedua 280 cm diatas pertautan okulasi.

Kriteria matang sadap

Kriteria umum untuk menentukan tanaman karet sudah matang sadap atau belum dengan kriteria:
  • Umurnya, Biasanya karet sudah mulai dapat disadap setelah berumur 5 tahun
  • Lingkar batang Jika lilit batang sudah mencapai 45cm yang diukur pada jarak 100 cm dari pertautan okulasi, pohon karet sudah masuk kriteria matang sadap. Pengukuran lilit batang ini dpat dilakukan dengan metode sampel, tidak perlu seluruh tanaman karet diukur (sekitar 65% dari jumlah seluruh tanaman).
Frekuensi penyadapan

Frekuensi penyadapan adalah selisih waktu penyadapan yang dinyatakan dalam satuan waktu hari (d=day), minggu (w=week), bulan , dan tahun (y=year). Kegiatan penyadapan yang dilakukan setiap hari dinyatakan dengan d/1, dua hari sealil dinyatakan dengan d/2, dan seterusnya.

Untuk kegiatan penyadapan yang dilakukan secara berkala, lama penyadapan yang dinyatakan dengan pembilang dan lamanya putaran atau rotasi sampai kulit disadap kembali dinyatakan dengan penyebut.

Misalnya, pohon karet yang disadap selama 3 minggu dalam kurun waktu sembilan minggu atau dengan masa istirahat selama 6 bulan dinyatakan dengan 3-W/9.

Sadapan yang berpidah tempat kulit batang, disadap di dua bidang sadap berbeda dengan bergantian menurut selisih waktu tertentu.

Sistem ini dinyatakan dengan perkalian dua faktor didalam tanda kurung (..... x ....). Kedua faktor tersebut adalah jumlah bidang sadap terpakai dan nilai bagi dari lamanya penyadapan. Angka pembaginya merupakan lamanya rotasi sadapan.

Misalnya : d/2(2 x 2 d/4) adalah penyadapan dua bidang sadap secara bergantian dengan pohon yang disadap dua hari sekali.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penyadapan antara lain:
  • Pembukaan bidang sadap dimulai dari kiri atas kekanan bawah, membentuk sudut 300.
  • Tebal irisan sadap dianjurkan 1,5 - 2 mm.
  • Dalamnya irisan sadap 1- 1,5 mm.
  • Waktu penyadapan yang baik adalah jam 5.00 - 7.30 pagi.
Gambar Bidang sadap karet
Gambar Bidang sadap karet
Peremajaan karet

Penentuan saat peremajaan bagi tanaman tahunan khususnya tanaman karet yang dipraktekkan oleh baik perkebunan-perkebunan besar ataupun kecil belum ada satu dasar ekonomi yang seragam.

Ditinjau dari persyaratan ekonomis kadang-kadang keputusan yang diambil untuk meremajakan tanaman karet suatu perkebunan belum dapat dikatakan memenuhi syarat.

Tidak jarang suatu perkebunan mendasarkannya pada ketetapan umur tanaman karet yang dianggap menguntungkan, tetapi ketetapan umur itu seakan-akan merupakan suatu rumus yang tidak pernah berubah, sekalipun keadaan harga karet mengalami penurunan.
Gambar Pertanaman karet belum menghasilkan
Gambar Pertanaman karet belum menghasilkan
Pengukuran keuntungan perkebunan karet

Sebelum menerangkan tentang metode ekonomis dari pada peremajaan kiranya perlu dikemukakan lebih dahulu tentang bagaimana cara mengukur keuntungan daripada usaha perkebunan tanaman perenial. Berbeda dengan usaha tanaman setahun.

Pada tanaman perenial satu siklus penanaman membutuhkan waktu yang sangat panjang. Sehingga modal yang diinvestasikan memerlukan perhitungan yang cukup kompleks.

Adapun kriteria yang biasa digunakan untuk mengukur keuntungan perusahaan perkebunan tanaman perenial adalah sebagai berikut.

a. net discounted revenue (NDR)

yakni mengukur keuntungan berdasarkan perhitungan selisih antara nilai kini kumulatif pendapatan kotor dengan nilai kini kumulatif pengeluaran. Pengukuran dengan NDR dapat menggambarkan secara kwantitatif dari keuntungan yang diperoleh selama masa investasi (sampai tanaman diremajakan).

b. benetif cost ratio (BCR)

yaitu nilai kini dari kumulatif pendapatan kotor dibagi dengan nilai kini dari pada kumulatif pengeluaran. BCR dapat menggambarkan keuntungan relatif selama masa investasi (sampai tanaman diremajakan).

c. internal rate of return (IRR)

yaitu suatu tingkat suku bangsa yang bila dikenakan pada usaha tanaman tersebut, perusahaan akan mengalami tidak rugi atau nilai kini dari kumulatif pengeluaran sama dengan nilai kini kumulatif pendapatan kotor.

Metoda penentuan saat peremajaan

Tujuan yang utama dari suatu perusahaan adalah keuntungan yang setinggi-tingginya.

Oleh sebab itu perusahaan perkebunan yang hendak meremajakan tanamannya tak lepas dari perhitungan akan keuntungan ekonomi perkebunan yang diperoleh. Berikut mencoba menerangkan tentang penentuan saat peremajaan ditinjau dari segi ekonomi agar prinsip mencari keuntungan setinggi-tingginya bisa dicapai.

Pertimbangan mendasar (break even point)

Suatu cara yang banayk dipakai untuk menentukan saat peremajaan oleh perkebunan adalah pertimbangan berdasarkan break even point maksudnya adalah : saat peremajaan dilakukan apabila pendapatan yang terakhir yang diproleh dari tanaman yang produksinya telah menurun sama dengan biaya-biaya yang dikeluarkan.

Atau dengan perkataan lain peremajaan dilakukan ketika pendapatan marjinal sama dengan biaya marginal.

Cara ini bila ditinjau dari segi keuntungan perkebunan sebenarnya cukup rasional; oleh karena disamping dapat memungutt hasil tanaman secara maksimal juga dapat mengambil mengambil keuntungan sampai tanaman itu tidak mampu lagi mendatangkan keuntungan.

Dalam praktek metoda ini sering dijumpai beberapa kelemahan, antara lain yaitu cara memperhitungkan break even point.

Pada tanaman yang sudah tua ongkos-ongkos yang dikeluarkan biasanya rendah. Manakala tanaman tidak lagi diadakan pemupukan perumputan, dan sebagainya. Sehingga dalam perhitungan break even point, hanya terdiri dari ongkos penyadapan dan ongkos pengolahan.

Akibatnya break even poinnya menjadi rendah. Karena break even point rendah tidak jarang beberapa perkebunan memperbolehkan tanaman- tanaman tua yang berproduksi rendah masih juga disadap. Sebab pendapatan yang diperoleh masih lebih tinggi dari break even point.

Kelemahan lain dari cara diatas ialah bahwa keuntungan kumulatif yang maksimal tidak berarti berlaku maksimal terhadap rata-rata keuntungan persatuan waktu.

Perencanaan peremajaan karet

Hendaknya rencana peremajaan telah disusun tiga tahun sebelum dilakukan penumbangan pohon karet tua. Hal ini didasarkan kepada pertimbangan sebagai berikut :
  1. Merupakan tindakan ekonomis yang tepat
  2. Tergantung kepada keadaan tanaman, penyadapan terakhir dari karet tua dengan sistem deres arah keatas, jika mungkin dengan menggunakan stimulasi ethrel dapat dilaksanakan dengan intensitas tertentu selama ± 3 tahun.
  3. Untuk memperoleh atau menghasilkan kayu okulasi, diperlukan waktu ± 2 tahun, sejak penanaman batang bawah, sampai saat yang sesuai untuk diokulasi.
Waktu untuk memulai penyadapan terakhir adalah pada awal tahun bukaan sadapan (yaitu bulan Mei di sumatera utara), dan untuk membangun pembibitan pada musim jatuh biji (Agustus/September).

Bahan tanaman karet

Peremajaan tanaman karet baru dilakukan setelah umur kurang lebih 30 tahun.

Berarti penyadapan bahan tanaman yang baik adalah dasar yang menentukan untuk masa depannya.

Bermacam-macam bahan tanaman karet dapat dibedakan antara :
  1. sifat keturunannya (genetisnya) : klon-klon keret.
  2. Bentuk bahan tanaman : stum mata tidur, stum tinggi dan tanaman polybeg.
Evaluasi klon

Produksi

Sifat produksi tinggi adalah yang terutama harus memiliki klon unggul. Produksi selama penyadapan (± 25 tahun) mempunyai fase sebagai berikut:
  1. trend meningkat (tanaman teruna)
  2. trend merata pada level yang tertinggi (tanaman dewasa).
  3. trend menurun (tanaman tua).
Selama periode penyadapan, terdapat banyak faktor luar maupun faktor biologis yang mempengaruhi banyaknya produksi, maka sifat-sifat biologis lainnya yang disebut sebagai sifat sekunder harus dinilai.
Gambar Penimbangan lateks
Gambar Penimbangan lateks
Pertumbuhan

Pertumbuhan Batang sebelum tanaman menghasilkan menunjukkan kecepatan mencapai matang sadap (masa TBM) sedang besarnya pertumbuhan setelah disadap menunjukkan trend produksi tanaman dewasa.

Pertumbuhan batang adalah sifat yang mempunyai nilai ekonomis yang penting karena :
  • kecepatan pertumbuhan masa remaja (immature = TBM) menunjukkan periode tanaman tidak menghasilkan
  • pertumbuhan setelah disadap, menunjukkan trend produksi tanaman dewasa.
Pertumbuhan batang yang selama dua tahun pertama relatif lambat (GT 1 : ± 7 cm/ tahun) tahun ketiga dan keempat percabangan sudah terbentuk sehingga pertumbuhan lebih cepat (GT 1 : ± 12 cm/tahun), tahun kelima mulai menurun karena tajuk sudah mulai menutup (± 10 cm/tahun).

Sesudah tanaman disadap, pertumbuhan makin berkurang.

Ketahanan Terhadap Penyakit

Penyakit daun

Kerusakan atau kerugian akibat penyakit daun pada karet di indonesia sampai sekarang belum separah penyakit daun (SALB) oleh Microcyclus ulei di Amerikan Selatan.

Penyakit daun oleh Phytophthora palmivora di India Dan Oedium hevea di Ceylon. Dua penyakit tersebut yang ada di Amerika Selatan dan India ternyata hingga saat ini belum ada di Indonesia kerena pemberantasan penyakit daun sangat sulit, maka ketahanan ataupun toleransi tanaman terhadap penyakit ini sangat diperhatikan oleh pemulia tanaman.