Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Budidaya Sayuran

Produsen Sayuran

Permintan akan sayuran terus meningkat, sejalan dengan peningkatan kebutuhan karena pertambahan jumlah penduduk, juga disebabkan oleh peningkatan kesadaran akan manfaat mengkonsumsi sayuran.

Keberhasilan industri sayuran tergantung pada beberapa faktor yaitu:
  • Keahlian produsen sayur untuk memasarkan produknya
  • Ketersediaan benih unggul
  • Kualitas produk
  • Ketepatan waktu antara panen dan sampainya produk kepada konsumen
  • Tengkulak, pengecer, perantara

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam melaksanakan budidaya sayuran.

Hal-hal tersebut adalah :
  1. Sayuran dikonsumsi dalam bentuk segar
  2. Sayuran memerlukan penanganan khusus
  3. Sayuran dengan nilai ekonomi tinggi
  4. Persaingan internasional
Produksi sayur dikonsumsi dalam bentuk segar

Produsen sayuran dapat berupa pertanian besar, pada rumah kaca atau rumah plastik dengan kondisi lingkungan terkontrol, pada sepetak lahan, ataupun hanya pada beberapa bedengan.

Dibandingkan dengan produk pertanian lainnya seperti leguminosa (kacang-kacangan), sebaran dan distribusi sayuran lebih kecil, hal ini disebabkan pengiriman ke daerah yang jauh dibutuhkan penanganan khusus dari produk ini.

Oleh karena produk sayuran ini dikonsumsi dalam bentuk segar, maka untuk mengatasinya biasanya pihak produsen membangun industrinya dekat dengan kota.

Faktor-faktor seperti fluktuasi produksi sayuran setiap harinya, alat transportasi, dan jarak antara konsumen dengan produsen merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan oleh produsen sayur.

Disamping hal tersebut diatas, kondisi lingkungan marupakan faktor penentu dalam menentukan keberhasilan produk sayuran. Ketersedian air yang cukup, suhu, kelembaban udara dan angin, pada masa pertumbuhan akan mempengaruhi kualitas dari sayuran.

Bagaimana menangani sayuran

Pembekuan atau penyimpanan dalam ruangan pendingin, pengalengan dan pengeringan menjadi mekanisme yang utama agar produk sayuran dapat digunakan konsumen. Produsen sayur yang melakukan penanganan yang baik dari mulai tanam sampai panen serta pascapanennya, sehingga sampai ke konsumen turut menentukan tinggi rendahnya harga pproduk sayur tersebut.

Sayuran bernilai ekonomi tinggi

Pertanaman sayuran pada rumah kaca merupakan trend baru untuk menghasilan produk sayuran bermutu.

Beberapa keuntungan dari bertanam sayuran pada rumah kaca adalah:
  • Kondisi lingkungan yang terkontrol sehingga pertumbuhan tanaman jadi lebih baik
  • Produknya tidak tergantung musim
  • Kualitas sayur lebih tinggi.
  • Produsen dapat mengatur saat panen yang disesuaikan dengan nilai jual tertinggi di pasar.
Oleh karena pertanaman sayuran pada rumah kaca membutuhkan input energi yang tinggi dibandingkan dengan bertanam di lahan, maka umumnya sayuran yang ditanam pada rumah kaca ini adalah sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Persaingan pasar internasional

Kemampuan produk sayuran untuk dapat bersaing pada kompetisi internasional ditentukan oleh:
  • Kemampuan produsen sayur untuk menyediakan produk sayuran yang bermutu baik selama perjalanan maupun setelah sayuran sampai ke tangan konsumen.
  • Harga dasar yang memadai dimana harga dasar ini ditentukan oleh biaya proses produksi dan pasca panen, resiko produksi, resiko kebijakan politik, dan laju nilai tukar moneter.
Di beberapa negara luar seperti Amerika Serikat menerapkan teknologi yang efektif dalam memproduksi sayuran. Hal ini dilakukan untuk menurunkan nilai jual serendah mungkin akan tetapi masih menguntungkan produsen dan dapat bersaing pada tingkat internasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan teknologi atmosfir terkontrol pada kemasan sayuran, sehingga sayuran dapat bertahan lebih lama. Penggunaan teknologi ini dinilai jauh lebih efisien dan efektif karena biaya yang relatif murah dan tidak merusak mutu sayuran.

Tenaga Kerja Mekanisasi dan Efisiensi Produksi

Beberapa tahun terakhir ini produk sayuran menjadi bahan perhatian masyarakat dunia. Disamping untuk pemenuhan kebutuhan gizi manusia, produk sayuran ini juga memberikan keuntungan yang menggiurkan.

Berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi sayuran antara lain:
  • Penelitian di dalam dan luar negeri.
  • Peningkatan efisiensi produksi
  • Teknologi panen dan pasca panen,
  • Kebijakan pemerintah
Berikut ini merupakan usaha bagaimana meningkatkan mutu dan nilai jual sayur yang perlu dilakukan, yaitu:
  • Mekanisasi
  • Penanganan pasca panen dan kualitas bahan
  • Kultur teknis
Mekanisasi

Beberapa alat mekanisasi turut membantu agar proses produksi sayuran lebih efisien dan efektif.

Penggunaan traktor misalnya dalam pengolahan tanah dinilai lebih efisien dan efektif, karena disamping biayanya yang relatif murah dibandingkan dengan penggunaan tenaga manusia juga luaran yang dihasilkannya lebih besar.

Penggunaan sprayer dengan menggunakan mesin dalam pengaplikasian pupuk dan pestisida juga membantu petani sayur memudahkan pekerjaannya.

Pengunaan mulsa pada pertanaman sayuran juga dapat menghemat biaya pengendalian gulma dan penyakit tertentu yang perantara pembiakannya pada tanah.

Penanganan pasca panen dan kualitas bahan

Mudah rusaknya produk sayuran ini membutuhkan perhatian khusus terhadap alat panen yang digunakan.

Kerusakan buah tomat pada waktu pemanenan merupakan salah satu contoh penanganan pasca panen yang tidak baik. Misalnya kita harus menentukan varietas apa yang kita tanam, waktu masak dan panen, metode pemetikan, dan tinggi tumpukan pada kontainer yang dapat mempengaruhi kualitas sayur.

Tidak selamanya penggunaan traktor/mesin pada sayuran berakibat baik, akan tetapi sangat tergantung pada jenis sayurannya. Misalnya mesin ini tidak baik digunakan untuk pemanenan kentang, akan tetapi untuk pemanenan sayuran daun seperti kangkung dinilai lebih efisien.

Mekanisasi dan kultur teknis

Pengenalan mekanisasi menyebabkan perubahan yang dramatis terhadap kultur teknis sayuran. Salah stau contohnya adalah pada kasus mekanisasi tomat di Amerika Serikat. Sekitar tahun 1962 pemanenan tomat dilakukan dengan tenaga manusia (memetik dengan tangan), untuk lahan yang luas pemanenan dengan sistem ini akan menggunakan waktu yang lama (sampai satu minggu).

Akibatnya terjadi kelambatan panen, dan buah terlalu masak sehingga cepat rusak.

Pekerjaan ini akan lebih mudah dan jaminan terhadap mutu sayur tetap terjaga maka dilakukan pemanenan dengan menggunakan mesin. Begitu juga yang terjadi pada panen anggur, pemetikan dengan menggunakan mesin lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan tangan.

Akan tetapi penggunaan alat mekanisasi pertanian membutuhkan persyaratan khusus pada kultur teknisnya yang disesuaikan dengan spesifikasi dari mesin yang digunakan.

Misalnya dalam pemanenan anggur jarak tanam yang digunakan adalah jarak tanam yang disesuaikan dengan lebar mesin yang digunakan agar tidak terhalang lalu lintas mesin pada waktu panen.

Sistem penanaman langsung untuk beberapa jenis sayuran tertentu dengan luasan tanam yang besar penggunaan mesin tanam jauh lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan tenaga manusia.

Oleh karenanya penggunaan mekanisasi/alat mesin pada waktu pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen pada budidaya sayuran efisien dan efektif tergantung pada:
  • jenis sayur yang ditanam
  • Luas areal pertanaman
  • Ketersediaan tenaga kerja
Umumnya mekanisasi secara normal menjalankan fungsinya untuk meningkatkan dua hal yaitu:
  • Merupakan pengembangan dan modifikasi untuk memudahkan pekerjaan tangan.
  • Mesin dibutuhkan pada pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan oleh tenaga manusia

Perencanaan Budidaya Sayur

Pertama sekali yang perlu mendapat pertimbangan jika hendak memilih bertanam sayuran adalah:
  • Serangga dan gulma merupakan hambatan yang selalu hadir dan merusak setiap budidaya sayur
  • Kondisi lingkungan seperti cuaca (panas, kering, curah hujan, sinar matahari yang terik) mempengaruh produksi sayur secara kuantitas dan kualitas.
Perencanaan budidaya sayuran meliputi pertimbangan akan 3 hal yaitu:
  1. Pemilihan kultivar dan varietas
  2. Faktor pendukung dan hambatan
  3. Lokasi kebun
  4. Sistem pertanaman
Pemilihan Kultivar dan Varietas sayur

Sayur-mayur adalah tanaman yang unik di dalam dan produknya amat berbeda dengan kategori yang umum dilakukan pada tanaman lain.

Hampir tiap bagian dari tanaman dapat dimakan sebagai sayuran.

Pengelompokan Sayuran

Sayuran dapat diklasifikasikan atas:
  1. Klasifikasi botani (Tabel 13)
  2. Klasifikasi berdasarkan bagian yang dapat dimakan
Klasifikasi sayuran atas bagian yang dapat dimakan

Sayuran juga dapat diklasifikasikan atas bagian apa dari sayuran tersebut yang dapat digunakan. Bagian tanaman tersebut dapat berasal dari daun, tangkai daun, umbi, batang, akar, bunga, buah ataupun biji.

Daun

Daun dari sayuran dapat dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun di masak. Yang termasuk golongan ini adalah: bayam, kangkung, peleng, daun singkong, kol, selada, dan sebagainya.

Tangkai daun

Yang termasuk ke dalam golongan ini misalnya seledri.

Umbi lapis

Umbi lapis umumnya berada dibawah tanah dengan sedikit daun berada di permukaan tanah.

Daun bawang juga dapat digunakan sebagai sayuran disamping umbilapisnya. Yang termasuk golongan ini adalah bawang merah, bawang putih, bawang bombay.

Batang

Batang adalah bagian tanaman yang mendukung daun, bunga dan buah tanaman. Salah satu contoh yang tergolong sayuran ini adalah asparagus.

Umbi

Sayuran umbi dapat merupakan modifikasi dari beberapa bagian tanaman, misalnya kentang,

Akar

Beberapa akar sayuran dapat dimanfaatkan sebagai sayur.

Awalnya akar ini tumbuh seperti akar pada umumnya, sejalan dengan pertambahan waktu akar membesar.

Yang termasuk kelompok ini misalnya adalah wortel, bit, dan ubi jalar

Bunga

Contoh sayuran yang dimakan bunganya adalah: brokoli, dan kembang kol.

Buah

Tidak ada perbedaan yang pasti antara buah dan sayuran buah.

Akan tetapi umumnya buah- buahan digunakan sebagai hidangan penutup (dessert), sedangkan buah sayuran dimakan sebagai menu utama.

Yang termasuk kelompok sayuran buah adalah, mentimun, labu, terong, tomat, lada, buncis dan sebagainya.

Biji

Kacang ercis ataupun buncis merupakan sayuran yang berasal dari biji.

Ada beberapa jenis sayuran biji yang digunakan sebagai sayuran ketika bijinya masih lunak, contohnya buncis dan sweet corn, akan tetapi ada juga yang digunakan setelah bijinya menjadi keras contohnya biji bunga matahari, kacang tanah.

Hambatan dan dukungan

Kumpulkan seluruh informasi dari kebun yang akan ditanami.

Hal ini dibutuhkan untuk melakukan pengananan khusus untuk lokasi-lokasi yang spesifik.

Data yang dibutuhkan

Data yang perlu dikumpulkan adalah:
  • Jenis sayuran apa yang akan ditanam
  • Kesuburan tanah yang meliputi kesuburan fisik, khemis dan biologi tanah. Riwayat pemupukan yang telah pernah dilakukan pada lahan tersebut juga perlu diketahui. Disamping itu karena tanaman sayuran menyukai tanah yang gembur dan kaya bahan organik maka dibutuhkan juga informasi mengenai kandungan bahan organik tanah.
  • Kumpulkan data produksi tanaman pada periode lalu dari areal tersebut.
  • Musim tanam.Kumpulkan semua data perubahan pola curah hujan dari lokasi. Data ini dibutuhkan untuk menentukan kapa waktu tanam yang paling tepat.
Lokasi kebun

Keberhasilan budidaya sayuran sangat tergantung apakah tanaman kita cukup mendapat sinar matahari atau tidak. Artinya lokasi pertanaman tidak boleh terlindung dari sinar matahari.

Pemilihan areal pertanaman yang terlindung dari cahaya matahari akan menghasilkan produk sayuan yang tidak sehat.

Lokasi yang dipilih adalah lokasi yang mempunyai kesuburan tanah yang relatif tinggi. Tanah tersebut cukup kandungan hara dan bahan organiknya.

Sistem pertanaman

Tidak ada satupun tanah yang dapat ditanami semua jenis tanaman. Oleh karenanya informasi kesuburan tanah dari lokasi merupakan hal yang penting diketahui sebelum melakukan usaha penanaman sayuran.

Ada beberapa pilihan sistem pertanaman pada budidaya sayur yaitu
  • Intercroping, beberapa jenis sayuran dapat ditanam secara bersamaan pada satu lokasi. Sistem tanam ini juga dapat mengurangi serangan hama, disamping mengefisienkan pemanfatan lahan. Salah satu contohnya adalah budidaya kacang panjang dengan menggunakan ajir yang berasal dari batang jagung manis. Terlebih dahulu kita menanam jagung, baru setelah sebulan dilakukan penaman kacang panjang.
  • Monokultur, sistem ini hanya menanam satu jenis saur pada luasan areal tertentu
Pengeringan Sayuran

Teknik ini dapat digunakan untuk pengeringan bawang daun dengan kadar air ideal sebesar 9,68%.

Dehidrasi dengan vacuum dryer. Teknik ini dapat digunakan untuk seledri, bawang merah dan lobak. Kadar air terbaik adalah 10,31% dengan TSS sebesar 57,72%.

Dehidrasi dengan teknik blansing. Teknik ini dapat diaplikasikan untuk kubis dan wortel. Kadar air setelah perlakuan adalah 12%. Rehidrasi terhadap produk kering akan menghasilkan bentuk sayuran segar seperti semula.
Gambar sayuran yang dikeringkan
Gambar sayuran yang dikeringkan
Tabel Klasifikasi Botani beberapa jenis sayuran
Tabel Klasifikasi Botani beberapa jenis sayuran