Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Budidaya Tanaman Hias

Kelompok tanaman hias merupakan salah satu bagian dari ilmu hortikultura. Tanaman hias dapat dibudidayakan didalam ruangan maupun di ruang terbuka.

Klasifikasi

Tanaman hias dapat diklasifikasikan berdasarkan morfologi, siklus hidup, bentuk daun, ataupun karakteristik lainnya.

1. Golongan Herba

Tanaman hias herba adalah tanaman yang batangnya tidak berkayu, pada umumnya jenis ini banyak digunakan untuk tanaman indoor.

Kelompok herba ini dapat dikelompokkan lagi, yaitu:

a. Siklus hidup
  • Annual, tanaman hias annual (semusim) adalah tanaman hias yang siklus hidupnya kurang dari setahun.
  • Biannual, yang termasuk kedalam kelompok ini adalah tanaman hias yang pertumbuhan vegetatifnya terjadi pada tahun pertama dan masa reproduktifnya (berkembang biak) pada tahun berikutnya.
  • Perenial (tahunan), yang termasuk kedalam kelompok ini adalah tanaman hias yang siklus hidupnya sangat panjang. Salah satu contoh tanaman hias kelompok ini adalah adalah lidah mertua (Sansevieria spp).
b. Berdasarkan fungsi

Kelompok tanaman hias herba dapat dibagi berdasarkan fungsinya yaitu:
  • Bedding Plant, yaitu tanaman yang digunakan sebagai selimut (pelindung) tanaman lainnya. Tanaman ini berfungsi untuk melindungi tanaman lainnya terhadap fluktuasi suhu ekstrim, hal ini banya dilakukan pada daerah sub-tropis. Contoh nya adalah: Petunia spp, dan marigold (Tagetes spp).
  • Hanging plant (tanaman gantung), tanaman yang penanamannya dalam pot gantung misalnya geranium, pakis.
Gambar Tanaman yang diletakkan pada pot gantung
Gambar Tanaman yang diletakkan pada pot gantung
  • Houseplant (tanaman indoor atau tanaman rumah) , adalah tanaman hias yang adaptif pada kondisi didalam ruangan. Mereka ditanam pada wadah tertentu, dan pada umumnya kelompok ini pertumbuhannya relatif lebih lambat. Kelompok ini dapat berupa tanaman berbunga atau tanaman hias daun. Misalnya adalah lidah mertua (Sansevieria spp) , rambung merah (Ficus elastica)
Gambar Tanaman hias yang diletakkan dalam ruangan
Gambar Tanaman hias yang diletakkan dalam ruangan
2. Golongan Tanaman Hias Berkayu

Tanaman hias kelompok ini berbeda dalam ukuran dan pola pertumbuhannya.

Beberapa jenis dapat menggugurkan daunnya jika terjadi perubahan cuaca, yang disebut decidous, dan kelompok kedua adalah tanaman yang tidak menggugurkan daunnya disebut evergreen.

Kelompok ini ada yang berbentuk semak, menjalar, ataupun pohon.

Tanaman berkayu dapat digabungkan penanamannya dengan kelompok herba akan tetapi jika menggabung keduanya perlu diperhatikan kebiasaan hidup masing masing jenis, warna, tekstur, luas kanopi, dan kemampuan adaptasinya.
Gambar Penggabungan golongan tanaman berkayu dan herba dalam satu lanskap
Gambar Penggabungan golongan tanaman berkayu dan herba dalam satu lanskap

Tanaman Indoor dan outdoor

Penanaman bunga dalam ruangan (indoor)

Beberapa jenis bunga dapat ditanam di dalam ruangan, asalkan seluruh kebutuhan pertumbuhannya terpenuhi.

Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Tanaman di dalam Ruangan

Kemampuan tanaman untuk hidup dalam ruangan tertutup, tergantung pada jenisnya. Pemilihan akan jenis tanaman yang akan dibudidayakan di dalam ruangan ini tergantung pada:
Efek individual

Ada beberapa orang lebih tertarik pada kaktus dibandingkan dengan mawar. Oleh karenanya penanaman dalam ruangan sangat tergantung pada siapa penghuni ruangan tersebut.

Kondisi tempat tumbuh

Ruangan dapat juga digunakan untuk menanam tanaman hias. Akan tetapi keberhasilan pertanaman di dalam ruangan ini tergantung pada kondisi ruangan dan jenis tanaman hiasnya. Ruangan yang tidak cukup cahaya mataharinya tidak mencukupi syarat untuk tempat penanaman tanaman, kecuali diberi cahaya lampu selama 24 jam.

Akan tetapi ada beberapa jenis tanaman yang adaptif di dalam ruangan yang terbatas sinar mataharinya misalnya: lidah mertua (Sansevieria trifascita), rambung merah (Ficus elastica), dan sebagainya

Dekorasi

Tanaman juga dapat digunakan untuk menghias ruangan, yang pemilihan tanamannya tergantung pada besar kecilnya ruang, warna, dan tekstur bunga.

Karakteristik tanaman

Beberapa alasan pemilihan jenis tanaman tertentu yang digunakan sebagai tanaman indoor disebabkan oleh:

Daya pikatnya

Tanaman yang terpilih sebagai tanaman indoor adalah tanaman yang mempunyai nilai aestetika.

Nilainya dapat terletak pada keindahan daun ataupun bunganya.

- Penampilannya

Pada umumnya orang jarang menggunakan satu jenis tanaman indoor sepanjang masa hidup tanaman tersebut, tanaman akan segera digantikan jika tanaman itu tua (tidak menarik). Beberapa jenis tanaman dapat berubah penampilannya pada waktu muda dan tua, tanaman yang indah hanya pada waktu muda, akan segera digantikan, jika tanaman tua.

Itu sebabnya tanaman indoor selalu diganti, berdasarkan bagaimana penampilannya dalam mendukung keindahan dekorasi ruangan.

- Siklus hidup

Beberapa jenis tanaman hanya menarik pada saat dia berbunga, dan menjadi tidak menarik pada saat pertumbuhan vegetatif. Sebaliknya ada beberapa jenis tanaman hias daunnya lebih menarik dibandingkan dengan bunganya.

- Laju pertumbuhan

Beberapa jenis tanaman laju pertumbuhanya relatif lebih cepat sedangkan jenis lainnya lebih lambat. Misalnya kelompok tanaman hias annual (tanaman semusim) pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan kelompok palma.

Penanaman di Luar Ruangan (outdoor)

Untuk tanaman outdoor jenis dan keindahannya sangat banyak, tergantung pada pilihan lanskapnya. Lanskap memiliki makna penggunaan tanaman outdoor yang berfungsi untuk menambah keindahan atau lainnya. Penanaman di luar ruangan dapat menggabungkan beberapa jenis tanaman, ataupun hanya satu jenis.

Tujuan dari pengaturan lanskap adalah;
  • Peningkatan keindahan suatu areal
  • Peningkatan nilai tanah dan bangunan
  • Menggabungkan konsep alami pada bangunan
  • Memberi kepuasan pada khalayak ramai
  • Kontrol bagi pengendara dan pejalan kaki
  • Memodifikasi lingkungan
  • Tempat rekreasi
  • Meningkatkan perlindungan terhadap semberdaya alam
  • Mengurangi polusi suara

Teknik Budidaya tanaman hias secara umum

a. Media tanam

Hampir semua tanaman hias memerlukan media yang gembur, pouros, subur, cukup mengadung, bahan organik, bebas dari hama, aerasi dan drainese yang baik.

Untuk menciptakan kondisi tersebut maka media tanam yang ideal adalah campuran bahan organik dan bahan anorganik.

Bahan organik dapat berupa cacahan pakis, kompos, humus, serutan kayu, arang sekam, cocopeat, dan sebagainya Sedangkan bahan anorganik berupa tanah atau pasir.

Komposisi media yang digunakan untuk setiap nursery pasti berbeda-beda tergantung dari kondisi iklim setempat, campuran media tanam yang dapat digunakan diantaranya :
  1. sekam bakar dan cacahan pakis dengan perbandingan 4 : 1 untuk pupuk bisa menggunakan dekastar atau osmokot atau bisa juga pupuk kandang yang telah di fermentasi.
  2. sekam bakar, andam ( kaliandra) dan pupuk kadang yang telah steril dengan perbandingan 1:1:1.
  3. humus, pupuk kandang steril dan pasir malang yang telah diayak halus dengan perbandingan 5:5:2
Untuk menjaga kelembaban media dan mengatur drainase yang baik maka pertama-tama pot diisi terlebih dahulu dengan pecahan bata merah, pecahan genting, Styrofoam, dice coco ( sabut kelapa yang dipotong dadu ), sampai ¼ pot setelah itu baru media tanamnya diisi hingga penuh.

Untuk menjaga tanaman terhindar dari jamur, cendawan dan bakteri sebaiknya media harus dikukus setidaknya 1 jam

b. Teknik Budidaya Bunga Potong

Bunga potong adalah bunga yang dianfaatkan sebagai bahan rangkaian bunga untuk berbagai keperluan manusia.

Penggunaan bunga potong ini dimulai dari kelahiran, perkawinan sampai kematian, oleh karenanya bunga potong ini memiliki prospek yang cerah.

Banyak jenis bunga potong yang dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan seperti: krisan, mawar, anthurium, gladiol, dan lain-lain.

Prinsip budi daya bunga potong pada dasarnya meliputi:
  • Penyiapan bibit
  • Penyiapan lahan
  • Penanaman
  • Pemeliharaan
  • Panen dan Pascapanen
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam budidaya bunga potong ini adalah: aspek ekologi produksi, aspek teknik hortikultura, dan teknik budidaya.

Unsur ekologi

Unsur yang terpenting dari aspek ini adalah iklim (ketinggian tempat cahaya matahari, dan curah hujan), tanah (struktur dan pH tanah), air tanah (kedalaman air tanah). Aspek ini demikian penting terutama jika hendak menanam bibit jenis bunga impor.

Kendala yang dihadapi jika menanam bunga impor adalah kendala lingkungan. Akan tetapi kendala ini dapat diatasi dengan berbagai teknik hortikultura yang dilaksanakan secara intensif. Sebagai contoh keadaan tanah yang buruk dapat dimbangi dengan pemupukan, pengapuran ataupun penambahan bahan organik.

c. Aspek teknik hortikultura

Aspek teknik hortikultura penting dalam hal perbaikan mutu bunga potong melalui perbanyakan vegetatif dan generatif. Cara perbanyakan vegetatif maupun generatif sangat perlu diperhatikan untuk pengadaan bibit unggul. Teknik perbanyakan dengan penyambungan dapat membantu memperbaiki pertummbuhan bunga terhadap kondisi lingkungan yang buruk dan dapat memperbaiki kemampuan berbunga.

Aspek penanaman

Aspek ini perlu diperhatikan menyangkut ketersediaan sumber daya lahan dan lingkungan yang dapat mendukung pertumbuhan bunga potong.

Kondisi suhu dan kesuburan tanah akan mempengaruhi jumlah populasi yang terdapat pada satu areal tertentu. Pada suhu tinggi misalnya maka dapat digunakan jarak tanam yang lebih rapat, begitu juga untuk tanah-tanah yang subur.

Pemangkasan batang maupun akar, pengerdilan tanaman, dan pemaksaan berbunga dapat membantu mengatasi kendala ekologi yang kurang cocok.

Aspek teknik budidaya

Dalam memelihara tanaman dan teknik budidaya kadang-kadang ditemui permasalahan karena adanya perubahan kebiasaan masyarakat setempat dari bertanam secara tradisional ke modern. Umumnya cara bertani tradisional menghasilkan mutu bunga yang kurang baik dibandingkan dengan cara modern.

Pemberian paranet pada budidaya Aglonema memberikan hasil warna daun yang lebih menarik dibandingkan dengan tanpa paranet.

Peningkatan mutu bunga juga dapat dilakukan dengan pengaturan pembungaan (memperbesar ukuran bunga, memperlebat jumlah bunga, memperpanjang masa berbunga).

Memperbesar ukuran bunga dapat dilakukan dengan metode pemangkasan, yang hanya menyisakan beberapa kuntum bunga yang potensial bermutu tinggi.

Pascapanen

Mutu bunga potong bergantung pada penampilan dan daya tahan kesegarannya. Bunga dengan mutu prima mempunyai nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan bunga potong berkualitas rendah.

Untuk memertahankan mutu bunga dari panen sampai ke tangan konsumen perlu memperhatikan:
  • Penyimpanan
  • pengemasan
  • pengangkutan
Penyimpanan

Cara penyimpanan bunga potong ditentukan berdasarkan jenis bunganya. Cara penyimpananya antara lain dengan merendam tangkai bunga di dalam air, perlakuan kimia, dan dengan cara pendinginan.
Teknologi penyimpanan sederhana yan sering dilakukan petani adalah merendam tangkai bunga dalam air bersih, bunga krisan sering diberi perlakuan perendaman dengan chrysal sebanyak 5 g/air.

Bunga Gladiol sering diberi perlakuan 4 ppm GA 60 ppm, magnesium sulfat 40 ppm atau air suling agar bunga ini tetap awet.

Pengemasan

Pengemasan yang paling sederhana adalah dengan membungkus bunga dengan kertas koran. Salah satu bagian dibiarkan terbuka, kemudian dibungkus dengan kantong polietilen (PE) yang diberi lubang dan dikemas lagi dalam kantong tanpa lubang pada kelambaban 80%, metode ini sering digunakan petani Thailand dalam pengemasan bunga mawar.

Pengangkutan

Pengangkutan bunga potong menjadi perhatian khusus karena erat kaitannya dengan ketahanan bunga untuk tetap segar sampai ke tangan konsumen.