Cara Jumper Aki Motor yang Benar dan Aman

Beranda / Otomotif / Cara Jumper Aki Motor yang Benar dan Aman

Motor anda tidak bisa distarter karena tegangan akinya habis? Jika anda mengalami masalah tersebut, maka anda bisa jumper terlebih dahulu aki motornya. Lalu bagaimana cara jumper aki motor itu?

Cara untuk jumper aki motor itu sebenarnya tidak berbeda jauh dengan cara jumper aki mobil. Namun jika anda belum pernah melakukan keduanya, ada baiknya anda pelajari terlebih dahulu langkah-langkahnya yang benar.

Anda bisa mempelajari bagaimana cara melakukan jumper aki yang benar di dalam artikel ini. Selain itu, anda juga bisa membaca apa saja risiko melakukan jumper aki secara asal-asalan.

Apa Itu Jumper Aki?

Untuk anda yang belum pernah melakukan jumper aki, mungkin saja anda masih kebingungan dengan apa maksud dari jumper aki itu.

Maksud dari jumper aki ini adalah menambahkan tegangan aki dengan cara menghubungkan aki yang masih normal dari kendaraan lain. Dengan cara ini, anda bisa starter motor anda tanpa harus mengganti aki yang habis tegangannya dengan aki baru.

Selain itu, anda bisa mengisi aki motor anda yang sudah kehabisan tegangan dengan menggunakan cara ini.

Beragam Risiko Jumper Accu Secara Asal-Asalan

Setelah paham apa maksud dari jumper aki tersebut, anda juga perlu mengetahui bahwa tindakan ini memang sebenarnya tidak disarankan. Hal tersebut karena jumper aki itu banyak risikonya, apalagi jika anda lakukan secara asal-asalan.

Berikut ini adalah beberapa risiko yang bisa anda alami jika sampai melakukan jumper aki dengan cara yang salah:

  • Aki meledak

Risiko yang pertama jika anda sampai salah melakukan jumper aki pada motor adalah aki motor anda bisa berpotensi meledak.

Hal ini bisa terjadi karena aki motor anda akan mendapatkan suntikan tegangan yang terlalu besar dalam waktu singkat. Karena itu, aki yang tidak kuat akan meledak.

  • Konsleting pada sistem kelistrikan motor

Selain adanya risiko aki meledak, hal berikutnya yang juga bisa terjadi jika anda melakukan jumper aki secara asal-asalan adalah konsleting pada sistem kelistrikan motor.

Hal ini bisa terjadi biasanya karena anda salah menghubungkan antara kutub positif dan kutub negatif pada aki motor yang akan anda jumper.

  • Kerusakan pada ECU atau CDI

Risiko berikutnya yang bisa anda alami jika melakukan jumper aki dengan cara yang salah adalah rusaknya CDI maupun ECU.

CDI dan ECU adalah komponen penting di dalam motor yang sangat rawan mengalami kerusakan karena efek tegangan listrik yang tidak stabil. Jadi jika anda salah melakukan jumper aki, maka tegangan listrik di motor bisa meningkat dan bisa merusak CDI dan ECU.

Beragam Hal yang Anda Butuhkan Untuk Jumper Aki

Karena cukup banyak risiko yang bisa terjadi jika anda salah melakukan jumper aki, maka anda harus mempersiapkan beberapa hal terlebih dahulu jika ingin mencoba melakukan jumper aki.

Berikut adalah beberapa hal yang wajib anda siapkan sebelum memulai melakukan jumper aki motor:

  • Kabel jumper

Jika anda berniat untuk jumper aki , maka pastikan untuk mempersiapkan kabel jumper. Anda tidak disarankan untuk menggunakan kabel biasa.

Yang harus anda gunakan adalah kabel jumper karena kabel tersebut memiliki hambatan yang sesuai untuk tujuan jumper. Dengan menggunakan kabel khusus untuk jumper aki, maka anda bisa mengurangi risiko terjadinya over tegangan.

  • Sekring kelistrikan motor

Selain kabel jumper, anda juga wajib harus memasang sekring untuk kelistrikan motor anda. Kenapa hal ini perlu anda lakukan? Semua ini untuk mengurangi risiko terjadinya kerusakan pada sistem kelistrikan motor.

Jadi ketika terjadi over tegangan, maka bukan sistem kelistrikan motor anda yang rusak, namun yang rusak adalah sekringnya saja.

Langkah-Langkah Jumper Aki yang Benar

Cara Jumper Aki Motor

Jika semua hal tersebut sudah anda persiapkan, maka berikutnya anda bisa langsung mencoba melakukan jumper pada aki motor yang tegangannya habis. Untuk melakukan jumper aki motor dengan benar, anda bisa mengikuti langkah-langkah ini:

  1. Pertama, pasang terlebih dahulu jumper kabel sesuai dengan kutub positif dan negatif di aki yang memberikan suntikan tegangan.
  2. Setelah itu, pasang juga kabel jumper ke motor yang akinya dalam kondisi tidak ada tegangannya.
  3. Untuk memasang kabel jumper, anda bisa memasang jumper di kutub positif dan rangka motor sebagai kutub negatif.
  4. Jika jumper aki sudah terpasang dengan benar, berikutnya starter motor yang akan memberkan suntikan tegangan.
  5. Biarkan mesin motor menyala dalam kondisi langsam terlebih dahulu.
  6. Setelah itu, mulailah coba starter motor yang akinya kehabisan tegangan.
  7. Untuk mempercepat prosesnya, anda disarankan untuk starter motor dengan menggunakan starter manual atau engkol.
  8. Bila motor sudah bisa menyala, jangan langsung mencabut kabel jumper.
  9. Setelah mesin motor berhasil menyala dalam beberapa menit, anda bisa cabut kabel jumpernya.

Catatan:

Jika motor sudah berhasil menyala setelah anda jumper aki, berikutnya gunakan motor tersebut selama beberapa menit.

Hal tersebut perlu anda lakukan agar aki motor anda yang tadinya kehabisan tegangan bisa terisi kembali dari sistem kelistrikan motor anda.

Tips Untuk Menjaga Kondisi Aki

Memang benar, jika aki motor anda tidak ada tegangannya, anda bisa mengatasinya dengan cara jumper aki. Namun sebenarnya hal ini tidak disarankan untuk terlalu sering anda lakukan.

Sekali lagi, melakukan jumper pada aki itu banyak risikonya. Jadi lebih baik anda selalu rawat aki agar tegangannya jangan sampai habis total.

Lalu bagaimanakah caranya untuk menjaga agar kondisi aki motor anda itu tetap prima? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk menjaga kondisi aki:

  • Rutin cek tegangan aki

Untuk memastikan aki motor anda selalu dalam kondisi yang prima, maka sudah pasti anda harus rutin cek berapa tegangan aki tersebut.

Anda bisa cek tegangan aki tersebut kurang lebih 1 minggu sekali. Dan pastikan tegangan aki anda berada di angka 12V. Jika tegangan aki kurang dari 12V, maka mulailah untuk menyalakan mesin motor untuk melakukan pengisian tegangan aki.

  • Rutin cek regulator

Selain aki, anda juga wajib cek kondisi regulator di motor anda. Salah satu alasan kenapa aki motor anda sering mengalami kehabisan tegangan itu adalah karena regulator motor sudah tidak bisa berfungsi optimal.

Jika memang regulator sudah tidak bisa berfungsi optimal, maka ada baiknya segera ganti dengan yang baru. Dan jika anda ingin mengganti regulator, pastikan untuk menggantinya dengan yang original.

  • Rutin menghidupkan dan memanasi mesin

Untuk memastikan aki motor anda selalu prima, ada baiknya anda juga rutin memanasi mesin. Dengan rutin anda hidupkan mesinnya, maka secara otomatis aki motor juga akan terisi tegangannya.

Sebenarnya aki motor bisa sampai kehabisan tegangan itu salah satunya adalah karena jarang anda hidupkan mesinnya.

Bagaimana? Sudah cukup paham bukan mengenai cara jumper aki motor itu? Pastikan selalu berhati-hati ketika anda ingin jumper aki.